Semarang, 28 Maret 2026 — Seniman muda Airlangga Satryatama Wisnumurti kembali menyoroti nilai historis dan budaya melalui karyanya berjudul “Pangeran Ada di Pasar” dalam acara bedah karya yang merupakan rangkaian pameran Unspoken di Tan Art Space, Semarang, Sabtu (28/3).
Dalam pemaparannya, Airlangga menjelaskan bahwa lukisan tersebut terinspirasi dari kehidupan masyarakat Jawa pada masa lampau. Ia mengangkat suasana pasar sebagai ruang sosial yang merepresentasikan interaksi berbagai lapisan masyarakat, termasuk kehadiran figur bangsawan di tengah kehidupan rakyat.
“Lukisan ini terinspirasi dari latar kehidupan masyarakat Jawa pada masa dahulu,” ujar Airlangga.
Melalui karya tersebut, Airlangga berusaha menggambarkan pertemuan antar kelas sosial dalam satu ruang yang sama. Ia menghadirkan narasi tentang dinamika kehidupan tradisional yang sarat makna, sekaligus menunjukkan bagaimana ruang publik seperti pasar menjadi titik temu berbagai identitas sosial.
Visual yang ditampilkan tidak hanya menonjolkan aspek estetika, tetapi juga memuat cerita mengenai budaya, kebiasaan, serta struktur sosial masyarakat Jawa pada masa itu. Pendekatan ini memperlihatkan upaya Airlangga dalam menggabungkan unsur historis dengan interpretasi visual yang imajinatif dan kontemporer.
Karya “Pangeran Ada di Pasar” menjadi salah satu bahasan utama dalam sesi diskusi karena dinilai mampu mengangkat perspektif sejarah dengan pendekatan yang segar. Hal ini sejalan dengan konsep pameran Unspoken yang menghadirkan berbagai cerita tersembunyi melalui karya seni visual.
Acara bedah karya ini memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk memahami lebih dalam proses kreatif serta makna di balik karya-karya yang ditampilkan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ruang dialog antara seniman dan publik dalam mengapresiasi karya seni secara lebih kritis dan reflektif.