Ada karya seni yang tidak datang untuk memanjakan mata atau membuat kita
langsung berkata, “indah sekali.” Ia justru hadir dengan cara yang berbeda,
membuat kita berhenti di depan kanvasnya sedikit lebih lama, mengernyitkan
dahi, lalu diam. Di dalam diam itu, perlahan muncul pertanyaan-pertanyaan kecil
di kepala. Tentang makna, tentang rasa, tentang hal-hal yang mungkin selama ini
kita lewatkan begitu saja. Karya Bernafas dalam Kegelapan adalah salah
satunya. Lukisan akrilik di atas kanvas berukuran 40 x 60 cm ini lahir pada
tahun 2023 dari tangan Lukmono Adi, seorang seniman asal Kendal yang juga
berprofesi sebagai guru seni budaya di SMP Negeri 28 Semarang.
Melalui gaya surealis kubistis, Lukmono menyampaikan gagasan tentang
pentingnya komunikasi yang intens antara pemegang kekuasaan dan rakyat.
Kegelapan dalam judul karya ini bukan sekadar tentang cahaya yang hilang,
melainkan simbol dari kondisi ketika suara tidak tersampaikan, harapan teredam,
dan kesejahteraan terasa jauh. Namun, kata “bernafas” memberi isyarat bahwa di
tengah gelap sekalipun, masih ada kehidupan, masih ada kemungkinan untuk
berubah.
Bentuk-bentuk visual yang terfragmentasi dan tidak realistis mengajak
penikmat karya untuk menafsirkan makna secara personal. Tidak ada satu jawaban
benar. Setiap sudut, warna, dan garis terasa seperti potongan dialog yang belum
selesai. Di sinilah kekuatan karya ini: ia tidak menggurui, tetapi mengajak
berdialog secara diam-diam.
Sebagai pendidik sekaligus seniman, Lukmono membawa pengalaman sosial dan
kepekaannya ke dalam kanvas. Karyanya menjadi jembatan antara dunia seni dan
realitas sehari-hari, antara estetika dan pesan kemanusiaan.
Bernafas dalam Kegelapan cocok bagi mereka yang mencari karya dengan makna mendalam,
bukan sekadar hiasan visual. Menghadirkannya di ruang Anda bukan hanya soal
memiliki lukisan, tetapi juga tentang menyimpan sebuah pengingat: bahwa
kesejahteraan dan keadilan lahir dari komunikasi yang mau saling mendengar.
Tanpa terasa, karya ini bisa menjadi teman refleksi yang terus berbicara,
bahkan saat ruangan sedang sunyi.