Di ajang pameran “Pulang Kampung”, karya Seiring
Piring oleh Jessie Setiawati menghadirkan sesuatu yang sederhana, tetapi
begitu dekat dengan kehidupan sehari-hari. Karya ini tidak hanya berupa kemeja
dan kain batik, tetapi juga menyimpan cerita tentang rumah, keluarga, dan
kenangan yang sulit tergantikan.
Inspirasi karya ini berasal dari sebuah piring
lama, atau “piring lepek”, yang setia digunakan setiap hari. Dari sarapan
sederhana hingga makan malam, piring itu menjadi saksi perjalanan waktu dalam
sebuah keluarga. Meski sudah tidak sempurna, piring tersebut tetap digunakan,
seolah menyimpan rasa yang tidak bisa digantikan oleh benda baru.
Motif batik yang dihadirkan merupakan hasil
olahan dari motif flora pada piring tersebut, dipadukan dengan motif ubin
Gereja Blenduk di Kota Lama Semarang. Perpaduan ini membuat karya terasa unik
sekaligus penuh makna. Ada sentuhan tradisi, ada pula ingatan personal yang
dihadirkan dengan hangat.
Melalui karya ini, pengunjung diajak untuk
mengingat kembali hal-hal kecil yang sering terlupakan. Bahwa kebahagiaan tidak
selalu datang dari sesuatu yang baru atau mewah, tetapi justru dari kebersamaan
yang sederhana.
Seiring Piring menjadi pengingat bahwa pulang bukan hanya
tentang tempat, tetapi tentang kenangan yang terus hidup dalam benda-benda yang
menemani keseharian kita.