Bagi para
pencinta seni, nama Christie’s bukanlah hal asing. Didirikan oleh James
Christie pada tahun 1766 di London, balai lelang ini telah menjadi simbol
kemewahan dan keaslian dalam dunia seni. Dengan kantor pusat di King Street,
St. James’s London, serta cabang besar di New York dan Hong Kong, Christie’s
dikenal sebagai salah satu rumah lelang terbaik di dunia.
Christie’s
menggelar lelang untuk berbagai koleksi berharga, mulai dari lukisan,
perhiasan, mode, real estat, hingga barang antik. Banyak karya seniman
terkenal, seperti Picasso, Van Gogh, dan Monet pernah terjual melalui rumah
lelang ini dengan harga fantastis. Tak hanya menjual barang, Christie’s juga
menjadi tempat berkumpulnya kolektor, seniman, dan pecinta seni dari seluruh
dunia.
Pada tahun 1988,
Christie’s resmi menjadi perusahaan swasta setelah dibeli oleh miliarder asal
Prancis, François Pinault, melalui grup Artemis. Kini, mereka memiliki 85
kantor di 43 negara dengan aktivitas lelang yang sangat padat, terutama di
South Kensington, London.
Menariknya,
Christie’s juga terus berinovasi mengikuti perkembangan zaman. Pada 2022,
mereka sukses menjual ribuan karya seni dan mencatat omzet lebih dari US$400
juta hanya dalam satu kuartal. Bahkan, Christie’s kini ikut merambah dunia
digital dengan menjual karya NFT (Non-Fungible Token) menggunakan mata uang
kripto.
Dengan sejarah
panjang dan reputasi global, Christie’s menjadi bukti bahwa seni dan teknologi
dapat berjalan berdampingan dalam menciptakan nilai dan apresiasi yang tak
ternilai.
(Sumber gambar: hot.detik.com)