Dari Bengkel Perunggu ke Hollywood: Perjalanan Lelang The Broncho Buster

Selasa, 27 Januari 2026 13:45:18
Dari Bengkel Perunggu ke Hollywood: Perjalanan Lelang The Broncho Buster

Ketika sebuah karya seni mampu bertahan lebih dari seabad dan tetap relevan secara budaya, nilai lelangnya pun tak sekadar ditentukan oleh kelangkaan. Hal itulah yang tercermin pada The Broncho Buster karya Frederic Remington, patung perunggu yang menjelma menjadi ikon nasional Amerika dan favorit kolektor kelas dunia.

Remington sendiri pernah menyadari ketahanan medium perunggu dibanding lukisan. Pernyataannya bahwa cat bisa memudar, tetapi perunggu akan “bertahan sepanjang masa” kini terbukti. The Broncho Buster bukan hanya bertahan secara fisik, tetapi juga secara simbolik—menjadi citra baku tentang koboi Amerika yang berani, liar, dan heroik.

Riwayat kepemilikan karya ini menambah daya tariknya di pasar lelang. Pernah menjadi bagian dari koleksi William I. Koch dan dipamerkan di institusi bergengsi, seperti Museum of Fine Arts Boston, patung ini memiliki provenance yang solid, faktor krusial dalam menentukan nilai lelang. Ditambah lagi, karya ini merupakan cetakan seumur hidup dari edisi awal Henry-Bonnard yang kualitasnya dikenal konsisten dan dramatis.

Menariknya, The Broncho Buster juga hidup di luar ruang galeri. Ia muncul sebagai simbol status dan ketangguhan dalam film-film Hollywood, dari Once Upon a Time in Hollywood hingga film terbaru Weapons (2025). Kehadiran ini memperluas audiensnya, menjadikan patung ini akrab bagi generasi baru.

Di meja lelang, The Broncho Buster adalah pertemuan antara seni, sejarah, dan mitologi populer. Ia membuktikan bahwa karya lelang terbaik bukan hanya investasi finansial, melainkan investasi budaya, tempat nilai estetika dan narasi kolektif bertemu dalam satu bentuk perunggu yang tak lekang waktu.

(Sumber gambar: christies.com)

Author
Written by
Sefiyan Eza Nur Hidayat

Penulis di platform Rasanya Lelang Karya yang berfokus pada seni dan budaya.

Editor
Edited by
Setiya Adi Buono

Editor konten di platform Rasanya Lelang Karya.