Dari Istana Ratu hingga Balai Lelang: Perjalanan Panjang Karya Paris Bordone

Kamis, 05 Februari 2026 21:50:30
Dari Istana Ratu hingga Balai Lelang: Perjalanan Panjang Karya Paris Bordone

Tidak banyak lukisan Renaisans yang memiliki riwayat koleksi seprestisius The Holy Family with Saint John the Baptist karya Paris Bordone. Karya ini pertama kali tercatat berada dalam koleksi Ratu Christina dari Swedia, salah satu kolektor seni paling berpengaruh di Eropa abad ke-17. Setelah turun tahta dan berpindah ke Roma, Christina menjadikan istananya sebagai museum pribadi yang menampung mahakarya Titian, Veronese, Correggio, hingga Raphael.

Usai wafatnya Christina pada 1689, lukisan ini berpindah tangan melalui jaringan elite Eropa: dari Kardinal Decio Azzolino, ke keluarga Odescalchi, lalu ke Philippe II, duc d’Orléans. Perjalanan ini menempatkan karya Bordone dalam salah satu koleksi paling legendaris sepanjang sejarah seni Barat, yakni Koleksi Orléans, sebelum akhirnya berlabuh di Inggris dan menetap lama di Bridgewater House.

Menariknya, sepanjang sejarahnya lukisan ini sempat mengalami “krisis identitas”. Ia pernah dikira karya Pordenone, bahkan Giorgione. Baru pada abad ke-18, atribusinya kepada Paris Bordone dikukuhkan dan sejak abad ke-19 tidak lagi diperdebatkan.

Kini, dengan estimasi lelang USD 250.000–350.000, karya ini tidak hanya menawarkan kualitas artistik tinggi, tetapi juga nilai historis yang luar biasa. Harga tersebut mencerminkan bukan sekadar nama pelukis, melainkan jejak panjang patronase bangsawan, legitimasi ilmiah, dan daya tahan estetika lintas abad. Dalam dunia lelang, karya ini berdiri sebagai saksi bahwa seni bukan hanya objek visual, tetapi juga arsip hidup peradaban.

(Sumber gambar: christies.com)
Author
Written by
Sefiyan Eza Nur Hidayat

Penulis di platform Rasanya Lelang Karya yang berfokus pada seni dan budaya.

Editor
Edited by
Setiya Adi Buono

Editor konten di platform Rasanya Lelang Karya.