Tidak banyak lukisan Renaisans yang memiliki riwayat koleksi
seprestisius The Holy Family with Saint John the Baptist karya Paris
Bordone. Karya ini
pertama kali tercatat berada dalam koleksi Ratu Christina dari Swedia, salah
satu kolektor seni paling berpengaruh di Eropa abad ke-17. Setelah turun tahta
dan berpindah ke Roma, Christina menjadikan istananya sebagai museum pribadi
yang menampung mahakarya Titian, Veronese, Correggio, hingga Raphael.
Usai wafatnya Christina pada 1689, lukisan ini
berpindah tangan melalui jaringan elite Eropa: dari Kardinal Decio Azzolino, ke
keluarga Odescalchi, lalu ke Philippe II, duc d’Orléans. Perjalanan ini
menempatkan karya Bordone dalam salah satu koleksi paling legendaris sepanjang
sejarah seni Barat, yakni Koleksi Orléans, sebelum akhirnya berlabuh di Inggris
dan menetap lama di Bridgewater House.
Menariknya, sepanjang sejarahnya lukisan ini
sempat mengalami “krisis identitas”. Ia pernah dikira karya Pordenone, bahkan
Giorgione. Baru pada abad ke-18, atribusinya kepada Paris Bordone dikukuhkan
dan sejak abad ke-19 tidak lagi diperdebatkan.
Kini, dengan estimasi lelang USD
250.000–350.000, karya ini tidak hanya menawarkan kualitas artistik tinggi,
tetapi juga nilai historis yang luar biasa. Harga tersebut mencerminkan bukan
sekadar nama pelukis, melainkan jejak panjang patronase bangsawan, legitimasi
ilmiah, dan daya tahan estetika lintas abad. Dalam dunia lelang, karya ini
berdiri sebagai saksi bahwa seni bukan hanya objek visual, tetapi juga arsip
hidup peradaban.