Festival MGMP Seni Budaya SMP Kota
Semarang 2026 menghadirkan wajah lain dari pembelajaran seni di sekolah.
Melalui pameran dan lelang karya, seni tidak lagi berhenti sebagai tugas kelas,
tetapi hadir di ruang publik sebagai karya yang diapresiasi dan memiliki nilai
nyata. Peristiwa ini menunjukkan bahwa proses belajar seni dapat berlanjut
hingga tahap distribusi dan penerimaan masyarakat.
Karya-karya yang ditampilkan merupakan
hasil seleksi dari guru dan murid SMP se-Kota Semarang. Dengan jumlah lebih
dari 40 karya, beragam medium seperti lukisan, 3D art, dan kriya tampil
berdampingan, mencerminkan keberanian bereksperimen sekaligus kedekatan dengan
konteks lokal. Setiap karya membawa cerita tentang proses, gagasan, dan
identitas pembuatnya.
Bagi murid, keikutsertaan dalam pameran
dan lelang menjadi pengalaman berharga. Mereka belajar bahwa karya seni bukan
hanya soal teknik, tetapi juga tentang tanggung jawab, keberanian menampilkan
karya, dan kesiapan menerima apresiasi publik. Sementara itu, kehadiran guru
sebagai perupa sekaligus pendamping memperkuat relasi edukatif yang setara dan
inspiratif.
Melalui Festival MGMP Seni Budaya 2026,
seni menjelma sebagai jembatan antara ruang kelas dan masyarakat. Ia
menumbuhkan kepercayaan diri, menguatkan budaya lokal, dan menanamkan pemahaman
bahwa kreativitas memiliki tempat dan nilai dalam kehidupan nyata.
Doc. Sefiyan Eza N. H.
