Diam yang Berbicara: Ketika Luka Menemukan Ruangnya

Senin, 09 Maret 2026 13:22:04

Tidak semua perasaan harus diungkapkan dengan kata-kata. Ada kalanya seseorang memilih diam untuk memahami apa yang sebenarnya sedang terjadi di dalam dirinya. Suasana inilah yang tergambar dalam karya digital berjudul Terdiam karya Fiesta Pasha dalam pameran tunggalnya yang bertajuk Kedamaian yang Luruh.

Karya berukuran 70 x 50 sentimeter ini menampilkan sosok seorang perempuan yang duduk di tepi danau. Tubuhnya membungkuk dengan sikap yang tampak menutup diri. Lingkungan di sekitarnya digambarkan dengan nuansa monokrom yang sunyi dan gelap. Pilihan warna ini memperkuat kesan kesepian sekaligus menggambarkan kelelahan batin yang sedang dirasakan oleh tokoh tersebut.

Meski begitu, karya ini tidak sepenuhnya tenggelam dalam kesedihan. Di permukaan air danau terlihat cahaya yang memantul lembut. Cahaya itu memberi kesan bahwa harapan masih ada, meskipun terasa jauh dan samar.

Melalui suasana malam yang tenang, Fiesta Pasha mencoba menghadirkan ruang refleksi bagi penonton. Keheningan dalam karya ini seolah menjadi tempat bagi seseorang untuk berhenti sejenak dari hiruk-pikuk kehidupan. Dalam diam, perempuan itu sedang belajar memahami luka, menerima kehilangan, dan perlahan berdamai dengan dirinya sendiri.

Terdiam mengingatkan kita bahwa proses pulih sering kali tidak terjadi dalam keramaian. Kadang, ia justru tumbuh dari kesunyian yang memberi ruang bagi hati untuk kembali tenang.

(Sumber gambar: katalog karya pameran ”kedamaian yang luruh”)

Author
Written by
Sefiyan Eza Nur Hidayat

Penulis di platform Rasanya Lelang Karya yang berfokus pada seni dan budaya.

Editor
Edited by
Desyfa Cahya Aina

Editor konten di platform Rasanya Lelang Karya.