Tidak semua perasaan harus diungkapkan dengan
kata-kata. Ada kalanya seseorang memilih diam untuk memahami apa yang
sebenarnya sedang terjadi di dalam dirinya. Suasana inilah yang tergambar dalam
karya digital berjudul Terdiam karya Fiesta Pasha dalam pameran
tunggalnya yang bertajuk Kedamaian yang Luruh.
Karya berukuran 70 x 50 sentimeter ini
menampilkan sosok seorang perempuan yang duduk di tepi danau. Tubuhnya
membungkuk dengan sikap yang tampak menutup diri. Lingkungan di sekitarnya
digambarkan dengan nuansa monokrom yang sunyi dan gelap. Pilihan warna ini
memperkuat kesan kesepian sekaligus menggambarkan kelelahan batin yang sedang
dirasakan oleh tokoh tersebut.
Meski begitu, karya ini tidak sepenuhnya
tenggelam dalam kesedihan. Di permukaan air danau terlihat cahaya yang memantul
lembut. Cahaya itu memberi kesan bahwa harapan masih ada, meskipun terasa jauh
dan samar.
Melalui suasana malam yang tenang, Fiesta
Pasha mencoba menghadirkan ruang refleksi bagi penonton. Keheningan dalam karya
ini seolah menjadi tempat bagi seseorang untuk berhenti sejenak dari
hiruk-pikuk kehidupan. Dalam diam, perempuan itu sedang belajar memahami luka,
menerima kehilangan, dan perlahan berdamai dengan dirinya sendiri.
Terdiam mengingatkan kita bahwa proses pulih sering
kali tidak terjadi dalam keramaian. Kadang, ia justru tumbuh dari kesunyian
yang memberi ruang bagi hati untuk kembali tenang.
(Sumber gambar: katalog karya pameran
”kedamaian yang luruh”)