Semarang, (26/01/2026) – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang tengah gencar menyusun strategi baru guna mendorong kemajuan dan daya saing desa wisata di wilayahnya. Langkah ini dilakukan melalui rapat koordinasi intensif yang melibatkan berbagai pihak terkait untuk mematangkan perencanaan pengembangan destinasi berbasis masyarakat.
Salah satu poin utama dalam upaya tersebut adalah penyiapan "10 Kandri Baru" sebagai langkah konkret untuk memperkuat ekosistem desa wisata di Kota Semarang. Program ini bertujuan mereplikasi kesuksesan Desa Wisata Kandri ke sepuluh titik lainnya guna memeratakan potensi pariwisata daerah.
Pihak Disbudpar menekankan bahwa pengembangan ini didasarkan pada kolaborasi dan perencanaan yang matang. Melalui penguatan sektor desa wisata, pemerintah kota berharap dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat setempat secara berkelanjutan.
Selain pengembangan desa wisata, Kota Semarang juga bersiap menyambut tradisi khas bulan Februari, yakni Gebyuran Bustaman dan Dugderan. Tradisi saling siram air di Kampung Bustaman ini menjadi daya tarik budaya tahunan yang sekaligus menandai persiapan warga menyambut bulan suci Ramadan.