DISTORSI: Ketika Alam Dipaksa Berubah dan Manusia Harus Merenung

Jumat, 13 Februari 2026 19:27:53
Blog Image

Karya berjudul DISTORSI menjadi salah satu karya yang kuat secara visual sekaligus pesan dalam lelang di rasanyalelangkarya.com. Diciptakan oleh Tatto Jiwo Pratomo, karya ini mengajak kita melihat dampak krisis ekologis melalui bahasa seni yang jujur dan menggugah.

Menggunakan media colored pencil on paper berukuran 56 x 49 cm, DISTORSI memvisualisasikan sebuah titik balik ketika alam tak lagi mampu menoleransi eksploitasi. Sosok makhluk dengan tubuh mengeras dan mata besar digambarkan sebagai hasil adaptasi paksa, sebuah evolusi yang lahir bukan dari kemajuan, melainkan dari keterpaksaan untuk bertahan hidup. Wujudnya terasa asing, getir, dan menyimpan luka, seolah menjadi saksi bisu pengkhianatan manusia terhadap lingkungan.

Di tengah lanskap yang sunyi dan penuh debu peradaban, makhluk tersebut mendekap sebuah artefak dalam cangkang transparan. Siluet bangunan megah di dalamnya tampak seperti spesimen mati, simbol kejayaan masa lalu yang kini kehilangan makna dan hanya tersisa sebagai komoditas visual. Latar struktur tinggi yang rapuh mempertegas gagasan runtuhnya keseimbangan dan kestabilan dunia.

Sebagai seniman asal Sukoharjo yang aktif mengajar di SMP Negeri 26 Semarang dan alumnus Institut Seni Indonesia Surakarta, Tatto Jiwo Pratomo dikenal dengan pendekatan ekspresif dan kepekaan terhadap isu sosial. Karya ini menjadi refleksi mendalam tentang harga yang harus dibayar oleh makhluk hidup saat alam dirampas haknya.

Dengan harga Rp1.813.500, DISTORSI bukan sekadar karya untuk dinikmati, tetapi juga pengingat dan pernyataan sikap. Memiliki karya ini berarti membawa pulang pesan penting tentang tanggung jawab manusia terhadap lingkungan, sekaligus mendukung praktik seni yang kritis dan relevan dengan zaman.

(Sumber gambar: rasanyalelangkarya.com)
Author
Written by
Sefiyan Eza Nur Hidayat

Penulis di platform Rasanya Lelang Karya yang berfokus pada seni dan budaya.

Editor
Edited by
Desyfa Cahya Aina

Editor konten di platform Rasanya Lelang Karya.