Elegansi Kayu Yumu: Sepasang Kursi Tapal Kuda Langka di Sotheby’s Hong Kong

Rabu, 07 Januari 2026 13:18:24
Elegansi Kayu Yumu: Sepasang Kursi Tapal Kuda Langka di Sotheby’s Hong Kong

Sotheby’s Hong Kong kembali menghadirkan potongan furnitur klasik Tiongkok yang tak hanya indah, tetapi juga sarat cerita. Pada 1 Juni 2023, sepasang kursi berlengan rendah berbentuk tapal kuda (yumu quanyi) dari koleksi pribadi Hong Kong dilelang sebagai lot 484, dengan estimasi harga 50.000–70.000 HKD (IDR 107.338.500 - 150.273.900). Meski ukurannya relatif kecil, nilai historis dan keunikannya justru menjadikannya incaran kolektor.

Dibuat dari kayu yumu, kursi ini masing-masing berukuran 71,5 x 66,4 x 87,3 cm, dengan sandaran melengkung khas berbentuk tapal kuda. Desain quanyi dikenal sebagai salah satu ikon furnitur Tiongkok klasik, namun versi rendah seperti ini tergolong sangat langka. Dalam tradisi furnitur Dinasti Ming dan Qing, kursi rendah biasanya memiliki fungsi khusus: digunakan oleh anak-anak dari keluarga bangsawan atau sebagai bagian dari tandu, sehingga sering dijuluki jiao yi atau kursi tandu.

Keistimewaan sepasang kursi ini makin kuat karena adanya pembanding museum. Museum Istana (Gugong), Beijing, menyimpan kursi berlengan rendah serupa dari kayu zitan dengan desain hampir identik, yang telah dipublikasikan dalam buku Mingqing Gongting Jiaju Ershisi Jiang (2006). Rujukan tersebut menegaskan bahwa bentuk dan proporsi kursi ini bukan sekadar estetika, melainkan bagian dari tradisi istana yang mapan.

Dalam konteks pasar seni global, furnitur klasik Tiongkok semakin dipandang sebagai objek koleksi bernilai tinggi. Lelang di Sotheby’s Hong Kong ini menunjukkan bahwa benda-benda fungsional dari masa lalu, dapat memuat lapisan sejarah, status sosial, dan kehalusan desain yang menjadikannya bernilai besar di mata kolektor masa kini.

(Sumber gambar: sothebys.com)

Author
Written by
Sefiyan Eza Nur Hidayat

Penulis di platform Rasanya Lelang Karya yang berfokus pada seni dan budaya.

Editor
Edited by
Setiya Adi Buono

Editor konten di platform Rasanya Lelang Karya.