Sotheby’s Hong
Kong kembali menghadirkan potongan furnitur klasik Tiongkok yang tak hanya
indah, tetapi juga sarat cerita. Pada 1 Juni 2023, sepasang kursi berlengan
rendah berbentuk tapal kuda (yumu quanyi) dari koleksi pribadi Hong Kong
dilelang sebagai lot 484, dengan estimasi harga 50.000–70.000 HKD (IDR
107.338.500 - 150.273.900). Meski ukurannya relatif kecil, nilai historis dan
keunikannya justru menjadikannya incaran kolektor.
Dibuat dari kayu
yumu, kursi ini masing-masing berukuran 71,5 x 66,4 x 87,3 cm, dengan sandaran
melengkung khas berbentuk tapal kuda. Desain quanyi dikenal sebagai
salah satu ikon furnitur Tiongkok klasik, namun versi rendah seperti ini
tergolong sangat langka. Dalam tradisi furnitur Dinasti Ming dan Qing, kursi
rendah biasanya memiliki fungsi khusus: digunakan oleh anak-anak dari keluarga
bangsawan atau sebagai bagian dari tandu, sehingga sering dijuluki “jiao
yi” atau kursi tandu.
Keistimewaan
sepasang kursi ini makin kuat karena adanya pembanding museum. Museum Istana
(Gugong), Beijing, menyimpan kursi berlengan rendah serupa dari kayu zitan
dengan desain hampir identik, yang telah dipublikasikan dalam buku Mingqing
Gongting Jiaju Ershisi Jiang (2006). Rujukan tersebut menegaskan bahwa
bentuk dan proporsi kursi ini bukan sekadar estetika, melainkan bagian dari
tradisi istana yang mapan.
Dalam konteks
pasar seni global, furnitur klasik Tiongkok semakin dipandang sebagai objek
koleksi bernilai tinggi. Lelang di Sotheby’s Hong Kong ini menunjukkan bahwa
benda-benda fungsional dari masa lalu, dapat memuat lapisan sejarah, status
sosial, dan kehalusan desain yang menjadikannya bernilai besar di mata kolektor
masa kini.
(Sumber gambar: sothebys.com)