Semarang (8/11/2025) – Suasana Lapangan Simpang Lima, Kota Semarang, Sabtu, 08 November 2025 tampak semarak sejak pagi hingga malam. Ratusan warga tampak memadati area kegiatan untuk menyaksikan rangkaian Festival Wayang Semesta 2025 yang memasuki hari kedua pelaksanaan.
Rangkaian kegiatan hari ini dibuka dengan Wayang Experience dan Pasar UMKM yang berlangsung sejak pukul 10.00 hingga 21.00 WIB. Pengunjung tak hanya disuguhi pameran dan jualan produk lokal, tetapi juga dapat mencoba pengalaman interaktif mengenal dunia pewayangan melalui instalasi digital dan stan edukatif.
Menjelang siang, Pameran Kerajinan Wayang digelar mulai pukul 13.00 hingga 15.00 WIB. Beragam karya perajin lokal dipamerkan, mulai dari wayang kulit, wayang golek, hingga wayang suket. Kegiatan berlanjut dengan Panggung Komunitas pada 15.00–17.00 WIB yang menampilkan pertunjukan musik tradisional, tari, serta teater rakyat dari berbagai komunitas seni di Semarang.
Malam harinya, suasana berubah khidmat saat digelar Ceremonial Awarding Lifetime Achievement “Ngesti Pandawa”. Penghargaan ini diberikan kepada para seniman dan pelestari wayang yang dinilai berkontribusi besar dalam menjaga eksistensi seni pedalangan di tengah arus modernisasi.
Puncak acara malam itu ditutup dengan Pagelaran Wayang Klasik Kolaborasi Lintas Wayang yang menampilkan lakon “Mbangun Kayangan.” Pementasan yang berlangsung sejak pukul 20.00 hingga 22.00 WIB itu memadukan unsur wayang kulit, wayang orang, dan wayang suket, menghadirkan pengalaman visual yang memikat penonton dari berbagai usia.
Festival Wayang Semesta menjadi ruang pertemuan antara tradisi dan inovasi. Melalui kegiatan ini, pemerintah kota bersama para seniman berupaya meneguhkan Semarang sebagai kota budaya yang tidak hanya melestarikan warisan leluhur, tetapi juga menumbuhkan kreativitas generasi baru.