Laporan terbaru Art Basel & UBS Global Art Market Report 2026 membawa angin segar bagi industri kreatif dunia. Setelah melalui dinamika ekonomi yang menantang, pasar seni global tercatat mengalami pertumbuhan sebesar 4% pada tahun 2025, dengan total nilai transaksi mencapai angka fantastis USD 59,6 miliar. Angka ini mencerminkan resiliensi luar biasa dari ekosistem seni rupa internasional yang terus beradaptasi dengan perubahan zaman.
Amerika Serikat kembali mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin pasar seni terbesar di dunia. Kekuatan transaksi di Negeri Paman Sam ini diikuti oleh kontribusi signifikan dari Inggris dan China. Ketiga negara tersebut tetap menjadi poros utama yang menggerakkan roda ekonomi seni, baik melalui galeri, rumah lelang, maupun transaksi privat.
Dominasi trio ini menunjukkan bahwa kepercayaan kolektor terhadap aset seni sebagai instrumen investasi maupun nilai budaya masih sangat tinggi. Bagi para pelaku industri, data ini menjadi indikator penting bahwa minat pasar tetap stabil, terutama di pusat-pusat ekonomi utama dunia. Laporan hasil riset Clare McAndrew ini pun kini menjadi kompas bagi para kolektor dan galeri dalam menentukan arah langkah strategis mereka sepanjang tahun 2026.
(Sumber gambar: @artopologi)