Anak muda di era sekarang yang didominasi oleh
generasi z atau biasa dikenal dengan
istilah gen z, memiliki gaya hidup yang lebih berkesadaran akan pentingnya
menjaga
lingkungan sekitar. Hal tersebut nampak pada pemilihan cara hidup yang ramah
lingkungan
atias green lifestyle sebagai bagian dari identitas mereka. Cara hidup
sedemikian itu bukan
sekadar gaya, tapi merupakan bentuk kepedulian anak muda terhadap bumi. Cara
hidup/gaya
hidup semacam ini menjadi tren baru yang bukan cuma estetik, tapi juga punya
nilai sosial dan
lingkungan yang kuat.
Green lifestyle
itu simpelnya
adalah gaya hidup yang mengupayakan untuk mengurangi
dampak nagatif terhadap lingkungan sekitar. Hal ini bukan dimaksudkan sebagai
tindakan anak
muda yang pindah hidup di hutan kemudian menanam pohon alias reboisasi,
kemudian
membuat terasering untuk mencegah longsor di daerah pegunungan, tentu bukan.
Gaya hidup
semacam ini sudah sangat dekat dan melekat dengan kehidupan anak muda di era
sekarang.
Bisa kita lihat dari hal-hal kecil yang realistis banget bagi anak muda,
misalnya
membawa botol minum sendiri atau yang sering dikenal dengan istilah tumbler,
thrift shooping
(belanja baju bekas), dan menggunakan tote bag ketika berbelanja ke
minimarket. Hal-hal
semacam ini mari kit aulas bersama, mengapa bisa berkaitan dengan gaya hidup
yang
mengurangi dampak negatif bagi lingkungan sekitar.
Penggunaan botol minum (tumbler) kini
tengah marak di kalangan anak muda, terlebih
dengan munculnya berbagai merek, model, warna, gambar, dan karakter yang trendi
membuat
minat anak muda untuk membeli dan memakai tumbler semakin menningkat.
Dengan begitu,
maka pembelian air mineral yang menggunakan botol sekali pakai akan sedikit
berkurang. Jadi,
secara tidak langsung, penggunaan tumbler akan mengurangi sampah plastik
di lingkungan
sekitar.
Kemudian tren membeli baju bekas atau yang
biasa kita kenal dengan istilah thrift
shooping juga tengah ramai dilakukan oleh anak-anak muda. Tren semacam ini
dapat dikatakan
sebagai tren pakaian berkelanjutan yang lebih ramah lingkungan. Selain bisa
mendapatkan
outfit yang keren dan unik, cara seperti ini juga membantu mengurangi limbah
tekstil dari
industri fast fashion yang terkenal boros dan mencemari lingkungan.
Jadi, gaya tetap jalan,
bumi pun tetap aman.
Selain itu, tren menggunakan totebag untuk
berbelanja di minimarket juga merupakan
langkah awal yang baik untuk mengurangi sampah plastik. Terlebih campaign semacam
ini
juga didukung oleh duo minimarket yang terkenal di Indonesia yakni si merah dan
si biru yang
letaknya di daerah perkotaan karena telah berhenti menggunakan plastik kresek
sebagai
kantong belanja. Ditambah lagi saat ini totebag yang dijual di pasaran
sudah sangat bervarian
dan trendi, sehingga hal tersebut selaras dengan minat anak muda untuk
melakukan campaign
tidak menggunakan kantong kresek ketika berbelanja.
Bagi sebagian orang, tren green lifestyle mungkin
terlihat tren sesaat. Tapi, makin ke
sini, kesadaran anak muda terhadap isu lingkungan makin nyata. Untuk meramaikan
dan
menggalakan trend green lifestyle dapat dimulai dari diri kita sendiri
untuk mulai menggunakan
tumbler dan totebag, dan melakukan thrift shooping.
Generasi muda sekarang bukan cuma mau jadi
“keren”, tapi juga conscious — sadar
bahwa gaya hidup mereka punya dampak terhadap masa depan bumi. Green
lifestyle bukan
tren musiman, tapi langkah nyata menuju kehidupan yang lebih seimbang dan
berkelanjutan.
Jadi, mulai hari ini, yuk jadi bagian dari generasi hijau! Karena jadi anak
muda keren itu bukan
cuma yang update tren, tapi juga yang peduli.
(sumber gambar: arahkita.com)