Halo Semarang: Kerinduan Kota yang Diabadikan dalam Karya Digital

Sabtu, 14 Februari 2026 23:12:12
Blog Image

Kerinduan pada sebuah kota sering kali tidak cukup diungkapkan dengan kata-kata. Perasaan itulah yang coba disampaikan Atiqah Zhafira Prabanindya Harjono melalui karya digital art berjudul Halo Semarang. Karya ini saat ini dilelang melalui platform rasanyalelangkarya.com, sebuah ruang apresiasi sekaligus transaksi karya seni.

Halo Semarang menampilkan ilustrasi seorang pelukis yang sedang melukis Tugu Muda. Namun, pikiran sang pelukis tidak berhenti pada satu ikon kota. Imajinasi mengalir ke berbagai simbol khas Semarang, mulai dari kemegahan Gereja Blenduk, keunikan Warak Ngendog, hingga kehangatan rasa lumpia yang lekat dengan ingatan banyak orang. Karya ini seolah ingin mengatakan bahwa sebuah kota bukan hanya tentang bangunan, tetapi juga tentang rasa, memori, dan pengalaman personal.

Menariknya, karya ini diciptakan oleh Atiqah, atau yang akrab disapa Fira, seorang siswi kelas VIII SMP Negeri 26 Semarang. Melalui media digital art, Fira menjadikan seni sebagai ruang eksplorasi visual sekaligus cara mengekspresikan kedekatannya dengan kota tempat ia tumbuh. Dengan ukuran 35 x 45 cm dan dibuat pada tahun 2026, karya ini menunjukkan bahwa usia muda bukan penghalang untuk menghadirkan karya yang jujur dan bermakna.

Bagi pecinta seni, Halo Semarang bukan sekadar ilustrasi, tetapi potret emosi yang akrab dan hangat. Karya ini tersedia dengan harga Rp599.000 dan dapat dimiliki melalui rasanyalelangkarya.com. Mengunjungi laman tersebut bukan hanya soal membeli karya, tetapi juga ikut mendukung semangat berkesenian generasi muda yang terus tumbuh dan berani mengekspresikan diri. Siapa tahu, sepotong rindu pada Semarang bisa hadir di ruang pribadi Anda.

(Sumber gambar: rasanyalelangkarya.com)

Author
Written by
Sefiyan Eza Nur Hidayat

Penulis di platform Rasanya Lelang Karya yang berfokus pada seni dan budaya.

Editor
Edited by
Desyfa Cahya Aina

Editor konten di platform Rasanya Lelang Karya.