Sebuah karya
langka dari maestro abstrak Kanada, Jean-Paul Riopelle, kembali mencuri
perhatian di panggung internasional. Triptych berjudul Hibou-Circus yang
dieksekusi pada tahun 1970-an, segera melesat sebagai salah satu lot paling
dinanti dalam gelaran lelang dengan estimasi harga mencapai 180.000 – 250.000
euro (3.495.492.000 - 4.854.850.000 rupiah). Angka itu bukan sekadar nominal,
tetapi refleksi atas nilai estetika, sejarah, dan kelangkaan karya ini.
Dengan tiga panel
kanvas yang membentang sepanjang 168 cm, karya ini memancarkan energi liar khas
Riopelle: sapuan warna tebal, ritme visual padat, serta percikan tekstur yang
terasa hidup. Karya ini ditandatangani dan bertanggal pada panel ketiga, detail
yang memperkuat autentisitas sekaligus menandai fase kreatif penting dalam
karier sang seniman.
Lebih menarik
lagi, provenance karya ini terbilang bersih dan elegan: dibeli langsung dari
sang seniman oleh kolektor Prancis, lalu diwariskan hingga pemilik saat ini.
Riwayat pamerannya juga tidak sembarangan. Hibou-Circus pernah dipamerkan di
Galerie Maeght, Paris dalam pameran “Riopelle 70”. Nama karya ini juga tercatat
rapi dalam publikasi Derrière Le Miroir, mengangkat posisinya dari sekadar
lukisan menjadi artefak sejarah modernisme.
Dalam dunia seni
rupa, kombinasi antara rekam jejak pameran, kepemilikan privat yang eksklusif,
serta kondisi karya yang terjaga rapi membuat Hibou-Circus diprediksi memikat
minat kolektor internasional. Lelang ini bukan sekadar transaksi, tetapi
pertemuan antara warisan artistik dan gairah koleksi. Saat palu diketukkan,
nilai seni dan nilai pasar akan bertemu, dan karya Riopelle siap terbang
semakin tinggi.
(Sumber gambar: sothebys.com)