Indonesian Contemporary Art & Design (ICAD) 2025 dan Refleksi tentang Ruang Hidup di Tengah Perubahan

Jumat, 07 November 2025 21:36:14
Indonesian Contemporary Art & Design (ICAD) 2025 dan Refleksi tentang Ruang Hidup di Tengah Perubahan

Jakarta kembali menjadi pusat perhatian dunia seni dengan hadirnya Indonesian Contemporary Art & Design (ICAD) 2025 yang berlangsung di Grand Kemang, Jakarta, mulai 10 Oktober hingga 9 November 2025. Tahun ini, ICAD mengusung tema “Earth Society”, sebuah gagasan besar tentang bagaimana manusia berinteraksi dengan bumi dan sesamanya dalam konteks sosial, lingkungan, dan budaya yang terus berubah.

ICAD bukan sekadar pameran seni, tapi sebuah ruang dialog lintas disiplin yang mempertemukan seniman, desainer, arsitek, hingga ilmuwan untuk bersama-sama mengartikulasikan persoalan ruang hidup. Di bawah tema Earth Society, para kreator diajak memikirkan kembali: apa artinya hidup berdampingan dengan bumi secara berkelanjutan? Bagaimana perubahan sosial, urbanisasi, dan krisis lingkungan membentuk cara kita hidup dan berkarya?

Begitu memasuki area pameran di Grand Kemang, pengunjung akan disambut oleh karya-karya instalasi berskala besar, desain interior yang berkonsep ramah lingkungan, serta seni multimedia yang menyoroti isu ekologi dan kemanusiaan. Beberapa karya bahkan menggunakan material daur ulang dan teknologi interaktif untuk mengajak penonton berpartisipasi aktif. Di sinilah letak kekuatan ICAD — bukan hanya menyuguhkan keindahan visual, tetapi juga mengundang kesadaran kritis.

Tema “Earth Society” terasa relevan dengan situasi global saat ini. Ketika perubahan iklim, polusi, dan ketimpangan sosial menjadi tantangan nyata, seni hadir sebagai sarana refleksi dan komunikasi yang universal. Karya seni dapat berbicara tanpa perlu kata-kata yang menggugah emosi dan menggerakkan empati.

Selain pameran utama, ICAD 2025 juga menghadirkan forum diskusi, pemutaran film, serta talk series bersama para seniman dan praktisi desain. Semua program itu membuka peluang bagi pengunjung untuk terlibat langsung, bukan hanya sebagai penonton, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat bumi yang sadar akan perannya.

“Earth Society” bukan sekadar tema pameran, ia adalah ajakan untuk merenungkan kembali hubungan kita dengan planet ini. Di tengah hiruk-pikuk kehidupan kota dan modernitas, ICAD menghadirkan momen untuk berhenti sejenak dan bertanya: masihkah kita memberi ruang bagi bumi untuk bernapas?

Dengan pendekatan yang segar dan interaktif, ICAD 2025 berhasil menjembatani seni, desain, dan kesadaran sosial. Pameran ini bukan hanya estetika visual, tetapi juga ajakan untuk membentuk generasi yang peduli, reflektif, dan bertanggung jawab terhadap masa depan bumi,  rumah kita bersama.


 (Sumber gambar: nowjakarta.co.id)

Author
Written by
Sefiyan Eza Nur Hidayat

Penulis di platform Rasanya Lelang Karya yang berfokus pada seni dan budaya.

Editor
Edited by
Setiya Adi Buono

Editor konten di platform Rasanya Lelang Karya.