Dalam riuhnya pameran tunggal bertajuk "Unspoken:
Antara Fakta dan Ingatan", sebuah karya berukuran 30x15 cm berhasil
mencuri perhatian melalui narasinya yang tajam. Lukisan berjudul "Victorian
Surgery" (2025) karya Airlangga Satryatama Wisnumurti bukan sekadar
goresan akrilik di atas kanvas, melainkan sebuah kritik sosial terhadap sejarah
kelam dunia medis.
Karya ini memotret kontradiksi mencolok pada
era Victorian. Kala itu, gelar dokter dan status sosial dianggap sebagai
jaminan keselamatan yang mutlak. Namun, Wisnumurti menyingkap tabir di balik
jubah-jubah kehormatan tersebut. Ia menyoroti bagaimana kesombongan intelektual
sering kali mengabaikan hal paling mendasar: kebersihan. Operasi dilakukan
tanpa prosedur steril, di mana tangan yang kotor dan alat medis yang
terkontaminasi justru menjadi jalan pintas menuju maut bagi pasien.
Melalui sapuan warna yang emosional, lukisan ini menggugat "keamanan palsu" yang lahir dari kepercayaan buta terhadap otoritas. Wisnumurti mengingatkan kita bahwa pangkat dan seragam tidak selamanya berbanding lurus dengan kesadaran etis. Bagi para kolektor yang ingin mengapresiasi sekaligus memiliki fragmen sejarah dan kritik tajam ini, "Victorian Surgery" kini tersedia untuk dipinang.