Dunia lelang seni
kembali ramai dengan kemunculan sebuah karya yang menyimpan jejak perjalanan
puluhan tahun. Karya bertajuk Peinture dengan ukuran 55 x 38 cm, 5 march 1981
karya maestro Prancis, Pierre Soulages, siap dilelang dengan estimasi mencapai
80.000 – 120.000 euro (1.553.552.000 - 2.330.328.000 rupiah). Disajikan sebagai
bagian dari koleksi privat Amerika, lukisan ini bukan sekadar karya seni; ia
adalah potongan sejarah yang berkelana dari satu balai lelang ke balai lelang
lain di Eropa hingga Asia.
Karya tersebut
dieksekusi pada 5 Maret 1981 dengan karakter khas Soulages: warna hitam dalam
nuansa minyak yang tebal, tekstur bergelombang, dan permainan cahaya yang
subtil. Soulages dikenal sebagai “maestro noir”, pelukis yang menafsirkan hitam
bukan sebagai warna mati, melainkan permukaan yang memantulkan cahaya dan
emosi.
Provenance karya
ini sangat kaya dan terperinci: mulai dimiliki Francesca Chandon di Paris pada
1982, lalu berpindah melalui Drouot, Cornette de Saint Cyr, Cannes, Arles,
hingga Honfleur. Pada tahun 1995, karya ini memasuki pasar Asia lewat
Dimensions Art Gallery di Taipei, sebelum akhirnya masuk ke koleksi privat di
Taichung.
Rangkaian
perjalanan panjang ini menambah daya tarik bagi para kolektor. Setiap stempel
balai lelang dan pergantian pemilik bukan hanya catatan transaksi, tetapi
bagian dari narasi karya. Lelang di Sotheby’s menjadi panggung baru bagi
lukisan berukuran mungil ini. Dengan reputasi Soulages sebagai legenda seni
abad ke-20, potensi persaingan penawaran diprediksi memanas. Sebuah kanvas
berukuran 55 x 38 cm, tetapi bernilai rasa dan harga yang melampaui dimensinya.
(Sumber gambar: sothebys.com)