Jejak yang Memudar dari Kampung Halaman

Senin, 16 Maret 2026 20:05:25

Dalam pameran kolektif “Pulang Kampung: Jeda, Memori, dan Ruang yang Menetap”, karya berjudul “Echoes of Extinction” menghadirkan refleksi yang lebih kritis tentang perubahan kampung halaman. Karya ini dibuat oleh Benedictus Danang Putrajati, seorang perupa yang aktif mengeksplorasi medium digital dalam praktik seninya.

Karya berukuran 33 x 33 cm ini dibuat dalam bentuk digital art yang kemudian dicetak sebagai digital print. Meskipun tampil dalam ukuran yang relatif kecil, pesan yang disampaikan dalam karya ini terasa cukup kuat. “Echoes of Extinction” menggambarkan bagaimana kampung halaman perlahan berubah karena berbagai kepentingan yang saling bertemu di dalamnya.

Melalui karya ini, Benedictus mencoba mengangkat realitas yang sering terjadi di banyak daerah. Kampung yang dulu terasa dekat dan akrab perlahan bertransformasi karena hadirnya kepentingan politik, bisnis, dan kekuasaan. Perubahan tersebut tidak selalu terlihat secara langsung, tetapi meninggalkan jejak yang memengaruhi kehidupan masyarakat di dalamnya.

Dalam konteks pameran “Pulang Kampung”, karya ini menjadi pengingat bahwa pulang tidak selalu berarti kembali pada tempat yang sama seperti dahulu. Kampung halaman bisa berubah, bahkan terkadang kehilangan sebagian dari identitasnya. Namun justru dari perubahan itulah muncul pertanyaan penting: apa yang sebenarnya kita cari ketika pulang?

Author
Written by
Sefiyan Eza Nur Hidayat

Penulis di platform Rasanya Lelang Karya yang berfokus pada seni dan budaya.

Editor
Edited by
Desyfa Cahya Aina

Editor konten di platform Rasanya Lelang Karya.