Semarang, Rasanya Lelang Karya— Kurator Gebyuran Bustaman, Junjung Wiratama, menyampaikan bahwa tema perayaan tahun ini, “Srawung Ora Sruwung”, menjadi simbol kebersamaan dan harmoni warga Kampung Bustaman di tengah dinamika kehidupan perkotaan, Sabtu (14/2/2026).
Menurut Junjung, frasa tersebut mengandung makna penting tentang relasi sosial antarwarga. Srawung berarti berbaur dan menjalin hubungan, sedangkan ora sruwung menekankan agar interaksi tersebut tidak menimbulkan gesekan maupun konflik.
“Tema ini menjadi pengingat bahwa hidup bertetangga harus dilandasi rasa saling menghormati dan menjaga harmoni. Kebersamaan bukan hanya sekadar berkumpul, tetapi membangun hubungan yang sehat,” ujarnya.
Gebyuran Bustaman merupakan agenda budaya tahunan yang digelar warga sebagai bentuk perayaan tradisi sekaligus penguatan identitas kampung. Melalui tema tersebut, panitia ingin menegaskan pentingnya solidaritas dan semangat gotong royong sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat.
Junjung menambahkan, nilai “Srawung Ora Sruwung” diharapkan tidak berhenti pada perayaan semata, melainkan menjadi prinsip yang terus dihidupi dalam keseharian warga. Dengan demikian, kampung tidak hanya menjadi ruang tinggal, tetapi juga ruang tumbuh yang harmonis dan inklusif.