Gelaran Global
Auction 19 November – 3 Desember 2025 menghadirkan salah satu karya paling
memukau dari maestro seni modern Indonesia, Srihadi Soedarsono, melalui
mahakaryanya “Kebyar Dancer” (1990). Lukisan ini dilelang dengan harga SGD
38,000 - 55,000. Lukisan ini juga menjadi magnet perhatian para kolektor, bukan
hanya karena nilai estetik dan sejarahnya, tetapi juga karena posisi Srihadi
sebagai salah satu figur terpenting dalam perkembangan seni rupa Indonesia.
Dikenal dengan
lanskap abstrak dan penggambaran penari yang sarat spiritualitas, Srihadi
selalu berhasil memadukan kedalaman kontemplasi dengan dinamika visual.
Penghargaan nasional dan internasional yang ia raih, termasuk National Award
for Contemporary Art (1971) dan Cultural Award dari Australia (1973) menegaskan
kualitas dan konsistensi kreativitasnya. Ia juga berperan besar dalam
pendidikan seni Indonesia lewat pendirian Institut Kesenian Jakarta dan menjadi
Ketua Akademi Seni Rupa pada 1974.
Dalam “Kebyar
Dancer”, Srihadi menangkap esensi tarian Kebyar Bali yang intens, cepat, dan
sarat energi. Penari dalam balutan kostum jingga diperkuat sentuhan hijau,
turquoise, dan kuning menjadi pusat ledakan warna yang kontras dengan latar
putih bersih. Ruang kosong ini bukan sekadar latar, tetapi strategi visual yang
mempertegas gerak, ritme, dan fokus spiritual sang penari. Komposisi minimalis
namun meledak secara emosional ini menjadi contoh nyata upaya Srihadi dalam
mencari kejernihan batin melalui disiplin artistik.
Dengan
kehadirannya di Global Auction 2025, Kebyar Dancer kembali menegaskan
status Srihadi sebagai maestro yang mampu menyatukan budaya, energi, dan
meditasi visual dalam satu tarikan napas artistik yang tak terlupakan.
(Sumber gambar: global.auction)