Sotheby’s Hong
Kong kembali jadi panggung penting bagi seni kontemporer Asia. Salah satu karya
yang mencuri perhatian datang dari Tomoo Gokita, seniman asal Jepang kelahiran
1969, lewat karya Untitled (2018) yang dilelang dengan estimasi
40.000–60.000 HKD (85.822.400 - 128.733.600 IDR). Meski berukuran relatif
kecil, hanya 13,5 x 8,6 cm—karya ini membuktikan bahwa kekuatan artistik tak
selalu soal skala.
Karya ini
menggunakan medium yang khas dalam praktik Gokita: acrylic gouache di atas
fotografi. Perpaduan antara citra fotografis dan sapuan cat menciptakan kesan
ambigu, setengah nyata setengah ilusioner, yang sudah menjadi ciri kuat Gokita
selama bertahun-tahun. Sosok atau wajah yang kerap muncul dalam karyanya sering
kali tampak terdistorsi, seolah berada di antara mimpi, ingatan, dan fantasi
visual.
Dieksekusi pada
2018 dan ditandatangani di bagian belakang, karya ini juga punya rekam jejak
provenance yang solid. Berasal dari Taka Ishii Gallery Hong Kong—galeri penting
yang lama merepresentasikan Gokita, karya ini kemudian muncul di Sotheby’s Hong
Kong pada Februari 2024 sebelum akhirnya dimiliki kolektor saat ini. Riwayat
ini menambah nilai kredibilitas sekaligus daya tarik di mata kolektor.
Masuknya karya
Tomoo Gokita dalam lelang Sotheby’s Hong Kong menunjukkan bagaimana pasar seni
Asia semakin memberi ruang bagi seniman dengan bahasa visual yang eksperimental
dan personal. Bagi kolektor, karya ini bukan sekadar objek estetis, tetapi juga
representasi tren seni kontemporer Asia yang semakin diperhitungkan di pasar
global. Dalam dunia lelang, Gokita membuktikan bahwa karya kecil pun bisa punya
dampak maksimal.
(Sumber gambar: sothebys.com)