“Kekuatan Iman Ruang: Instalasi Imersif Samuel Indratma di CRAFT Animfest 2025 Yogyakarta”

Sabtu, 08 November 2025 19:05:34
“Kekuatan Iman Ruang: Instalasi Imersif Samuel Indratma di CRAFT Animfest 2025 Yogyakarta”

Pada helatan CRAFT Animfest 2025 yang diselenggarakan di Studio Kalahan dan Griya Monica, Gamping, Sleman, Yogyakarta, pengunjung diajak menyelami salah satu karya unggulan oleh seniman kontemporer Yogyakarta, Samuel Indratma. Karya ini merupakan bagian dari pameran “Immersive Exhibition” yang menggabungkan mural, animasi wayang Lostang, dan mapping video menjadi magnet utama dalam konteks festival yang mengangkat tema “Strength”.

Instalasi itu berangkat dari pendekatan visual Indratma yang sudah lama dikenal: menggabungkan tradisi Jawa (wayang, mural) dengan metode kontemporer (animasi, instalasi multisensori). Di ruang pamer, pengunjung tidak sekadar melihat lukisan atau objek statis, melainkan masuk ke dalam ruang yang dipenuhi proyeksi cahaya, bayang-wayang Lostang, dan jalur visual yang membuat tubuh dan langkah kita ikut tercatat dalam pengalaman. Visual-ruang ini seolah memaksa kita berhenti sejenak, menyadari bahwa kekuatan ‘strength’ yang dimaksud bukan hanya daya fisik, tetapi daya narasi, daya ruang, daya gotong-royong dalam konteks budaya dan individu.

Lebih konkret, karya Indratma mengajak kita mempertanyakan: bagaimana kita berdiri di hadapan tantangan zaman digital dan realitas simultan fisik dan maya, serta bagaimana tradisi bisa menjadi alat komunikasi di era baru. Melalui figur-wayang Lostang dan mural yang menyebar ke seluruh ruang, ia memunculkan jaringan makna bahwa kekuatan kolektif, identitas lokal, dan inovasi kreatif saling terjalin. Penggunaan mapping video menambah dimensi atmosferik: dinding bukan hanya batas, tetapi kanvas bergerak yang ‘menghidupkan’ cerita.

Bagi khalayak pelajar dan umum, instalasi ini menjadi contoh nyata bagaimana seni rupa dan animasi bisa berpadu menjadi media edukasi dan refleksi. Di era di mana konten digital merajalela, Indratma menegaskan bahwa teknik tradisional masih relevan dan bahkan bisa diperkuat dengan teknologi. Selain itu, sebagai bagian dari festival yang memperingati World Animation Day pada 28 Oktober, karya ini menjadi pengingat bahwa animasi bukan hanya hiburan, tetapi medium kritis.

Penonton bisa menikmati ruang instalasi mulai 28 Oktober hingga 1 November 2025, dan pengalaman ini direkomendasikan bagi mereka yang ingin ‘merasakan’ animasi dan seni rupa secara langsung, bukan hanya lewat layar. Pameran ini menunjukkan bahwa di balik keindahan visual, ada energi kolektif yang mengajak kita ikut berdiri, menatap, dan bergerak bersama.

Dengan demikian, instalasi Samuel Indratma di CRAFT-Animfest 2025 tidak hanya sekadar karya pameran, melainkan ajakan untuk memperkuat akar budaya, memperluas pandangan kreatif, dan meresapi kekuatan yang lahir dari pertemuan antara tradisi dan inovasi.


 (Sumber gambar: craftnimfest.org)

Author
Written by
Admin Migrasi

Penulis di platform Rasanya Lelang Karya yang berfokus pada seni dan budaya.

Editor
Edited by
Admin Migrasi

Editor konten di platform Rasanya Lelang Karya.