Semarang, (13/12/2025) — Ketua Persatuan Pedalangan Indonesia (PEPADI) Kota Semarang, Anang Budi Utomo menekankan pentingnya pelestarian seni wayang sebagai warisan budaya bangsa dalam sambutannya pada pagelaran wayang kulit peringatan Hari Gamelan Dunia yang digelar Universitas Negeri Semarang (Unnes), Sabtu malam, 13 Desember 2025.
Dalam sambutannya di depan Gedung B11 Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Unnes, Anang Budi Utomo menyampaikan bahwa wayang tidak hanya berfungsi sebagai tontonan, tetapi juga sebagai tuntunan yang mengandung nilai-nilai pendidikan, moral, dan karakter. Oleh karena itu, keberlangsungan seni wayang perlu dijaga melalui keterlibatan berbagai pihak, termasuk institusi pendidikan.
Ia mengapresiasi Unnes yang secara konsisten memberikan ruang bagi seni tradisi, khususnya wayang kulit, melalui kegiatan akademik maupun nonakademik. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mengenalkan dan menanamkan kecintaan terhadap seni budaya kepada generasi muda.
Anang Budi Utomo juga menegaskan bahwa peringatan Hari Gamelan Dunia harus dimaknai sebagai momentum refleksi untuk memperkuat regenerasi dalang serta memperluas apresiasi masyarakat terhadap seni pewayangan. Kolaborasi antara seniman, organisasi profesi, dan lembaga pendidikan dinilai penting agar wayang tetap relevan di tengah perkembangan zaman.
Pagelaran wayang kulit tersebut menghadirkan dalang Ki Sigid Ariyanto dan disaksikan oleh sivitas akademika Unnes serta masyarakat umum yang hadir sejak pukul 21.00 WIB.