Lukisan “Lights
for the Layer” karya Christine Ay Tjoe kembali menegaskan posisi sang seniman
sebagai salah satu pelukis abstrak paling berpengaruh di Asia. Dalam balutan
palet merah, biru langit, dan cokelat tanah, karya ini memancarkan energi
emosional yang khas dari lirikisme visual Ay Tjoe. Terinspirasi dari seni
abstrak modern, lukisan tersebut menggambarkan perayaan hidup, dilukis
menjelang kelahiran anak pertamanya, menghadirkan aura sukacita, vitalitas, dan
kehangatan yang berpadu harmonis di atas kanvas.
Pusat
komposisinya memperlihatkan bentuk merah yang tidak beraturan, tetapi kuat,
seakan menjadi simbol denyut kehidupan. Elemen visual yang saling bertemu di
tengah kanvas menimbulkan intensitas yang bersifat duniawi, mengajak penikmat
untuk menyelami lapisan-lapisan emosi yang tersembunyi di balik setiap sapuan
kuasnya.
Dalam pelelangan
yang digelar Sotheby’s Singapore, “Lights for the Layer” berhasil mencatat
sejarah baru. Setelah persaingan sengit selama 10 menit, lukisan tersebut
terjual dengan harga fantastis, yakni sekitar Rp 34,7 miliar, hampir menembus
batas atas taksiran awal antara Rp 11,3 hingga Rp 35 miliar.
Pencapaian ini
bukan hanya meneguhkan nama Christine Ay Tjoe di kancah seni internasional,
tetapi juga membuktikan bahwa ekspresi personal dan kejujuran emosional dapat
menjelma menjadi karya seni yang tak ternilai, baik secara artistik maupun
historis.
(Sumber gambar: mutualart.com)