Lanskap Tanpa Alam: Tafsir Kekuasaan dalam Landscape Series karya Liu Wei

Senin, 05 Januari 2026 22:57:54
Lanskap Tanpa Alam: Tafsir Kekuasaan dalam Landscape Series karya Liu Wei

Sekilas, Landscape Series (2004) karya Liu Wei tampak, seperti panorama hitam-putih berskala raksasa. Namun, lanskap yang dihadirkan seniman kelahiran 1972 ini jauh dari gambaran alam yang romantis atau menenangkan. Alih-alih gunung, pepohonan, atau langit terbuka, Liu Wei menyuguhkan bentang visual yang kaku, padat, dan nyaris menekan, sebuah lanskap buatan yang mencerminkan perubahan sosial dan politik Tiongkok modern.

Terdiri dari lima panel fotografi gelatin silver berukuran monumental, karya ini mengaburkan batas antara fotografi dan pengalaman ruang. Penonton tidak lagi sekadar ‘melihat’ gambar, tetapi seakan dihadapkan langsung pada struktur lanskap yang dingin dan tak ramah. Skala karya yang mencapai lebih dari enam meter secara horizontal memperkuat kesan dominasi, seolah lanskap tersebut menguasai tubuh dan pandangan manusia.

Liu Wei dikenal sebagai seniman yang kritis terhadap otoritas, ideologi, dan dampak pembangunan masif. Dalam Landscape Series, lanskap tidak berfungsi sebagai latar pasif, melainkan sebagai simbol kekuasaan, ruang yang dibentuk, dikontrol, dan dipaksakan. Keheningan visual dalam foto-foto ini justru menyimpan ketegangan, mengisyaratkan relasi antara individu dan sistem yang lebih besar darinya.

Karya ini juga menandai fase penting dalam praktik Liu Wei pada awal 2000-an ketika ia banyak mengeksplorasi medium fotografi untuk menyampaikan kritik konseptual. Tak heran jika Landscape Series kemudian masuk ke pasar seni internasional, tercatat pernah dilelang di Sotheby’s Hong Kong pada 2019, dan kini memiliki estimasi nilai yang signifikan.

 

(Sumber gambar: sothebys.com)

Author
Written by
Sefiyan Eza Nur Hidayat

Penulis di platform Rasanya Lelang Karya yang berfokus pada seni dan budaya.

Editor
Edited by
Setiya Adi Buono

Editor konten di platform Rasanya Lelang Karya.