Sebuah karya awal
Léon Spilliaert kembali mencuri perhatian pecinta seni dunia. Pada 3 Desember
2025, Sotheby’s melelang Automne, karya tahun 1900-an dari koleksi
pribadi Belgia dengan estimasi mencapai 40.000 hingga 60.000 euro (776.232.000
— 1.164.348.000 rupiah). Lukisan berukuran 30,8 x 21,1 cm ini dieksekusi dengan
tinta India, gouache, dan kapur berwarna di atas kertas, serta ditandai dengan
inisial LSP pada sudut kiri atas.
Sebagai salah
satu figur kunci simbolisme Belgia, Spilliaert dikenal melalui kepekaan
visualnya terhadap kesunyian, kesendirian, dan suasana psikologis. Automne
memancarkan karakteristik itu: musim gugur dihadirkan bukan sekadar lanskap,
tetapi ruang emosional. Warna-warna tertahan, tekstur kapur, dan garis tajam
membangun atmosfer yang murung namun memikat.
Karya ini
memiliki riwayat pameran yang impresif. Dari Galeries Nationales du
Grand-Palais di Paris pada 1981-82, hingga Museum De Reede di Antwerpen pada
2022. Setiap pameran menegaskan posisi Automne sebagai karya penting
dalam fase awal Spilliaert. Tidak hanya itu, karya ini juga akan masuk dalam
katalog raisonné yang sedang disiapkan oleh Dr. Anne Adriaens-Pannier—sebuah
pengakuan resmi terhadap signifikansinya.
Provenance karya
ini jelas dan kuat: diwariskan melalui generasi keluarga De Keyn di Brussels
sebelum akhirnya tiba di pasar lelang. Dengan kombinasi nilai sejarah, kualitas
artistik dan narasi emosional, Automne menjadi contoh bagaimana
keheningan musim gugur dapat diabadikan menjadi pengalaman visual yang abadi.
(Sumber gambar: sothebys.com)