Lukisan Minum
Tuak karya maestro seni rupa Indonesia, Affandi, kembali menarik perhatian
dunia seni internasional. Setelah sebelumnya terjual sekitar Rp4,26 miliar
dalam ajang Asian 20th Century & Contemporary Art tahun 2013 di Hong Kong,
karya legendaris ini kembali masuk daftar lelang bergengsi pada Asian 20th
Century Art Sale yang diselenggarakan oleh Balai Lelang Christie’s di Hong
Kong, 26 November 2017.
Lukisan ini
menjadi salah satu karya paling dicari para kolektor karena memancarkan energi
khas Affandi yang kuat dan emosional. Dengan gaya ekspresionis yang menjadi
ciri khasnya, Minum Tuak menggambarkan kehidupan rakyat sederhana dengan
kehangatan, spontanitas, dan kedalaman rasa. Tak heran jika Vanessa, perwakilan
Christie’s, menyebut karya ini sebagai salah satu yang terbaik dari perjalanan
panjang karier Affandi.
Selain Minum
Tuak, lelang tersebut juga menghadirkan karya terkenal lain, seperti Cockfight
(Ayam Tarung) dan Duck in the Marsh, yang sama-sama merefleksikan
kecintaan Affandi terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia.
Keikutsertaan Minum
Tuak dalam lelang internasional bukan hanya menunjukkan tingginya nilai
estetika karya Affandi, tetapi juga menegaskan posisi seni rupa Indonesia di
kancah global. Dari sapuan kuasnya yang jujur dan penuh jiwa, Affandi
mengajarkan bahwa seni sejati tak sekadar indah dipandang, tetapi juga mampu
berbicara tentang kemanusiaan dan kejujuran hidup.
(