Meja Makan yang Dingin: Membedah Sekat Komunikasi dalam "Hati ke Hati"

Jumat, 10 April 2026 09:07:44

Komunikasi antara ayah dan anak laki-laki sering kali menjadi wilayah yang penuh dengan teka-teki, terutama ketika berbenturan dengan nilai antargenerasi. Fenomena ini ditangkap secara mendalam oleh seniman melalui karya berjudul "Hati ke Hati" (2026). Di atas kertas cat air berukuran A3, karya mix media ini menampilkan visual sebuah kursi dengan dua figur yang saling membelakangi, dipertegas dengan tulisan satir: “I just wanna talk, but don’t.”

Karya ini merupakan refleksi jujur sang seniman terhadap sosok ayahnya, seorang baby boomer yang tumbuh dalam lingkungan patriarki yang kaku. Perbedaan cara pandang antara sang ayah yang konservatif dan seniman yang telah terpapar keberagaman dunia luar menciptakan jurang pemisah yang lebar. Alih-alih dialog, yang muncul justru ego yang saling berbenturan dan larangan yang membatasi. Visual dua figur yang bertolak belakang ini menjadi simbol kuat betapa dekatnya mereka secara fisik, namun begitu jauh secara emosional. Ada kerinduan untuk berbicara secara mendalam, namun tertahan oleh cara komunikasi yang keras dan kaku.

Bagi Anda yang menghargai karya seni dengan narasi personal yang kuat dan relevan secara sosial, "Hati ke Hati" adalah sebuah koleksi yang sangat berharga. Karya ini bukan hanya tentang keindahan visual, tetapi juga tentang pengakuan atas kerapuhan hubungan keluarga kita sendiri. Jangan sampai kehilangan kesempatan untuk memiliki karya penuh makna ini. Segera ikuti proses lelangnya secara eksklusif hanya di rasanyalelangkarya.com. Mari jadikan karya ini sebagai pengingat di ruang Anda bahwa setiap jarak emosional selalu menyimpan harapan untuk saling memahami. Kunjungi situs kami dan ajukan penawaran terbaik Anda sekarang!


Author
Written by
Sefiyan Eza Nur Hidayat

Penulis di platform Rasanya Lelang Karya yang berfokus pada seni dan budaya.

Editor
Edited by
Desyfa Cahya Aina

Editor konten di platform Rasanya Lelang Karya.