Dalam dunia
lelang seni internasional, karya Hendra Gunawan kembali mencuri perhatian
melalui lukisan Melasti, sebuah mahakarya yang menggambarkan napas
budaya Nusantara dengan kekuatan visual yang khas. Hendra Gunawan (1918–1983),
sosok penting dalam seni rupa modern Indonesia, dikenal sebagai pelukis rakyat
yang setia menyoroti kehidupan sehari-hari, tradisi, dan denyut budaya lokal.
Reputasinya terus melambung hingga kancah global, terbukti dari partisipasinya
di Venice Biennale 2024 dan keberadaan karyanya di museum-museum ternama,
seperti Neka Art Museum dan Singapore Art Museum.
Melasti menghadirkan momen sakral
umat Hindu Bali menjelang Hari Raya Nyepi, sebuah ritual penyucian diri yang
dilakukan di tepi laut. Dalam lukisan ini, Hendra menghidupkan kembali
arak-arakan masyarakat Bali yang mengenakan busana adat penuh warna, membawa umbul-umbul
dan sesaji menuju ombak yang menghantam pantai. Gerak para figur terasa
dinamis, seolah penonton berada di tengah prosesi spiritual itu.
Di pusat
komposisi, sosok Barong berhiaskan hitam dan emas berdiri sebagai simbol
pelindung tradisi, kemakmuran, dan harmoni kosmis. Melalui palet warna-warna
berani seperti biru kehijauan yang menyejukkan, oranye yang menyala, hingga
hijau yang meneduhkan.
Kehadiran Melasti
di ajang Global Auction bukan hanya soal nilai ekonomis, tetapi juga pengakuan
atas kekuatan naratif seni Indonesia. Lukisan ini mengajak dunia menyelami
kedalaman tradisi Bali, sekaligus merayakan kemampuan Hendra Gunawan menangkap
esensi budaya melalui bahasa rupa yang universal.
(Sumber gambar: global.auction)