Menjahit Makna dari Sisa: “Kembali Ke Akar” dan Nilai Sebuah Karya

Rabu, 18 Maret 2026 22:26:56

Di tengah pameran kolektif “Pulang Kampung”, karya berjudul Kembali Ke Akar menarik perhatian bukan hanya karena bentuknya, tetapi juga karena cerita di baliknya. Dibuat oleh Jemi Nikolaus, karya ini menggunakan kain perca—bahan yang sering dianggap sisa dan tidak bernilai—lalu diolah menjadi sesuatu yang penuh makna melalui teknik fabric manipulation.

Karya ini mengangkat gagasan sederhana namun dalam: manusia, seperti tumbuhan, perlu kembali ke akar. Dalam kehidupan yang sering mengejar pencapaian, kita kerap lupa melihat ke dalam diri. Padahal, dari situlah kekuatan sejati berasal. Setiap potongan kain dalam karya ini seolah menjadi simbol pengalaman hidup—kecil, terpisah, namun jika disusun dengan sabar, mampu membentuk sesuatu yang utuh dan indah.

Menariknya, karya ini juga dipasarkan dengan harga Rp10.000.000. Harga tersebut bukan sekadar angka, tetapi mencerminkan proses, gagasan, dan nilai artistik yang terkandung di dalamnya. Dalam dunia pameran seni, menjual karya bukan hanya soal transaksi, tetapi juga tentang menghargai ide dan perjalanan kreatif senimannya.

Kembali Ke Akar menunjukkan bahwa sesuatu yang dianggap remeh bisa memiliki nilai tinggi ketika diolah dengan kesadaran dan makna. Karya ini mengajak kita untuk tidak hanya melihat hasil akhir, tetapi juga memahami proses panjang di baliknya.

Author
Written by
Sefiyan Eza Nur Hidayat

Penulis di platform Rasanya Lelang Karya yang berfokus pada seni dan budaya.

Editor
Edited by
Desyfa Cahya Aina

Editor konten di platform Rasanya Lelang Karya.