Di dunia seni kontemporer Indonesia, Hokgstudio
yang dipimpin oleh Arief Hadinata dan Kak Amanda Rizkyana, bukan hanya dikenal
sebagai pembuat mural dan ilustrasi, tetapi juga sebagai agen kreatif yang
menginspirasi. Dengan pengalaman ilustrasi sejak 2006 dan keterlibatan dalam
mural dan desain sejak 2008, laman learn.hokgestudio.com memiliki potensi besar
untuk menjadi pusat pelatihan ilustrasi yang menggabungkan keahlian seni dengan
konteks kolaboratif. Laman learn.hokgstudio.com dapat diakses publik untuk
mengetahui pelatihan ilustrasi ala Hokge Studio.
Hokge Studio menekankan pendekatan manual dan
digital dalam ilustrasi. Dia menggambar dengan tangan, sekaligus menggunakan
media digital untuk visual yang lebih fleksibel. Kombinasi ini bisa menjadi
dasar pelatihan ilustrasi yang komprehensif karena peserta bisa diajarkan
teknik dasar menggambar dengan pensil, tinta, atau cat, lalu dilatih membawa
sketsa itu ke dunia digital menerapkan shading, pewarnaan, dan komposisi
menggunakan aplikasi desain.
Model pelatihan seperti ini sangat relevan
bagi para pemula sekaligus ilustrator menengah yang ingin mengembangkan gaya
pribadi mereka. Dengan modul manual dan digital, peserta dapat memahami proses
kreatif dari awal hingga akhir, sekaligus belajar bagaimana memilih medium yang
sesuai untuk proyek yang berbeda entah itu ilustrasi buku, mural kecil, atau
desain produk.
Salah satu kekuatan Hokge Studio adalah
kolaborasi lintas disiplin yakni mural, ilustrasi, desain produk, dan community
art menjadi bagian dari proyek mereka. Dalam konteks pelatihan ilustrasi,
pendekatan kolaboratif ini bisa diintegrasikan melalui workshop yang melibatkan
peserta dengan masyarakat lokal, komunitas kreatif, atau pengrajin. Sebagai
contoh, ilustrator peserta pelatihan bisa bekerja sama dengan perajin kayu
(seperti proyek Wakatoys di Wakatobi) untuk menerjemahkan sketsa menjadi produk
nyata.
Latihan seperti ini tidak hanya mengasah
teknik ilustrasi, tetapi juga mendorong pemahaman nilai sosial dan budaya dalam
karya. Peserta belajar untuk tidak sekadar “menggambar”, tetapi juga berpikir
tentang konteks: siapa yang akan memakai karya ilustrasi mereka? Bagaimana
ilustrasi bisa berkontribusi pada identitas lokal? Dengan demikian, peserta
menjadi seniman yang tidak hanya kreatif, tetapi juga berpandangan luas
terhadap dampak sosial karyanya. Lebih lengkap lagi kalian dapat mengunjungi
laman learn.hokgstudio.com.
(Sumber gambar: hokgstudio.com)