Di tengah isu kerusakan lingkungan laut yang makin sering terdengar,
sebuah lukisan sederhana hadir membawa pesan yang kuat. Lukisan berjudul Penyu
karya Mahira Alifarahma P kini ikut meramaikan lelang di rasanyalelangkarya.com, sebuah ruang yang mempertemukan
karya seni dengan para pencinta seni.
Mahira, siswi SMP Negeri 8 Semarang, menuangkan kepeduliannya terhadap
alam melalui media akrilik di atas kanvas. Dengan ukuran 40 x 32 cm, lukisan
ini menampilkan sosok penyu sebagai simbol keseimbangan ekosistem laut. Penyu
tidak hanya hadir sebagai objek visual, tetapi juga sebagai pengingat akan
tanggung jawab manusia untuk menjaga alam yang mulai rapuh.
Karya ini terasa jujur dan apa adanya. Warna-warna yang digunakan memberi
kesan hidup, seolah penyu dalam lukisan itu sedang berenang tenang di laut yang
aman. Di balik kesederhanaannya, tersimpan pesan penting tentang kelestarian
satwa laut yang kini semakin terancam. Pesan tersebut tidak lahir begitu saja,
melainkan tumbuh dari sudut pandang dan kepekaan pribadi sang perupa terhadap
lingkungan sekitarnya.
Bagi Mahira, menggambar adalah cara menyenangkan untuk mengekspresikan
apa yang ia lihat dan sukai. Ketertarikannya pada seni tumbuh dari hal-hal di
sekitar, lalu berkembang lewat berbagai lomba yang rutin ia ikuti. Penyu
menjadi salah satu bukti bahwa usia muda bukan halangan untuk menyuarakan
kepedulian.
Melalui lelang ini, karya Penyu dibuka dengan harga Rp1.000.000.
Lebih dari sekadar membeli lukisan, memiliki karya ini berarti ikut mendukung
seniman muda sekaligus menyebarkan pesan cinta lingkungan. Jadi, kalau ingin
mengoleksi karya dengan nilai estetika dan makna, mungkin inilah saat yang
tepat untuk melirik Penyu di rasanyalelangkarya.com.
(Sumber gambar: rasanyalelangkarya.com.)