Karya seni tak selalu lahir dari pengalaman panjang dan usia
matang. Kadang, justru kepekaan melihat sekitar menjadi kekuatan utama. Hal itu
terasa kuat dalam lukisan Perempuan dalam Simpul Kehidupan karya Aina
Putri Setyoningsih, seorang pelajar SMP asal Semarang yang berani menyuarakan
isu besar lewat kanvas.
Dilukis dengan media oil on canvas berukuran 100 x 75 cm
pada tahun 2026, karya ini menampilkan potret simbolik perempuan yang
terbelenggu dalam simpul-simpul kehidupan. Simpul tersebut bukan sekadar bentuk
visual, melainkan metafora dari peran ganda, tuntutan sosial, hingga
ketimpangan yang kerap membatasi ruang gerak perempuan. Kepala dalam lukisan
ini menjadi pusat makna, ruang bagi mimpi, harapan, dan masa depan, tetapi
terhalang oleh beban yang menumpuk.
Menariknya, karya ini lahir dari sudut pandang generasi muda. Aina
tidak sedang bercerita tentang dirinya semata, melainkan tentang realitas yang
ia amati di sekitar. Dengan pendekatan visual yang jujur dan emosional, lukisan
ini mengajak penikmat seni untuk berhenti sejenak dan merenung: seberapa sering
perempuan dipaksa kuat, tetapi tidak diberi ruang untuk bebas?
Karya Perempuan dalam Simpul Kehidupan kini hadir dalam
program lelang di rasanyalelangkarya.com. Bagi kolektor maupun penikmat
seni, karya ini bukan hanya investasi visual, tetapi juga investasi nilai dan
empati. Memiliki karya ini berarti ikut merawat suara generasi muda yang berani
bersuara lewat seni dengan cara yang halus, jujur, dan penuh makna.
(Sumber gambar: rasanyalelangkarya.com)