“Peristiwa Jawa 1811” Karya Enka Komariah: Ketika Lukisan Menyuarakan Ingatan Kolektif dalam Pameran “Masa Peralihan”

Sabtu, 08 November 2025 19:03:33
“Peristiwa Jawa 1811” Karya Enka Komariah: Ketika Lukisan Menyuarakan Ingatan Kolektif dalam Pameran “Masa Peralihan”


Dalam pameran tunggal bertajuk “Masa Peralihan”, seniman Enka Komariah menelusuri jejak sejarah Indonesia melalui medium lukisan yang sarat makna dan emosi. Salah satu karya yang mencuri perhatian dalam pameran ini adalah “Peristiwa Jawa 1811”, sebuah lukisan yang menghidupkan kembali memori kolonialisme Inggris di tanah Jawa. Lewat sapuan kuasnya, Enka menghadirkan tafsir artistik atas periode transisi penting ketika kekuasaan berpindah dari Belanda ke Inggris yang merupakan masa penanda perubahan besar dalam sistem sosial dan politik Nusantara.

Lukisan “Peristiwa Jawa 1811” digarap dengan pendekatan campuran antara cat minyak dan bahan arsip sejarah, menciptakan lapisan tekstur yang menggambarkan kompleksitas masa itu. Warna-warna dominan seperti cokelat tanah, biru keabu-abuan, dan merah kusam menghadirkan atmosfer tegang dan muram. Komposisinya tampak tidak stabil, ada figur samar, bentang kota kolonial, dan bayangan yang tumpang tindih yang menandakan masa penuh ketidakpastian. Enka tidak berusaha merekam peristiwa secara realistis, melainkan menangkap “rasa peralihan” yang terjadi: kebingungan, perlawanan, dan kehilangan arah.

Melalui karya ini, Enka Komariah ingin memperlihatkan bagaimana sejarah tidak hanya berisi tanggal dan nama besar, tetapi juga lapisan emosi dan trauma kolektif masyarakat. “Peristiwa Jawa 1811” menjadi representasi dari bagaimana kekuasaan kolonial mengubah wajah sosial masyarakat Jawa dari sistem tradisional menuju struktur yang dikendalikan oleh ekonomi kolonial. Dalam pandangan Enka, perubahan itu bukan hanya soal politik, tetapi juga perubahan cara berpikir dan cara hidup masyarakat lokal.

Menariknya, Enka tidak menempatkan kolonialisme sebagai cerita “hitam-putih.” Ia justru menghadirkan ambiguitas: ada nuansa keterpaksaan sekaligus adaptasi, ada kekalahan, tetapi juga pembelajaran. Pendekatan ini membuat karyanya terasa relevan bagi pembaca masa kini, yang hidup di tengah perubahan sosial yang serupa—dari analog ke digital, dari lokal ke global.

Pameran “Masa Peralihan” secara keseluruhan memang mengeksplorasi tema transisi baik sejarah maupun identitas. “Peristiwa Jawa 1811” menjadi salah satu karya yang menegaskan posisi Enka Komariah sebagai seniman yang peka terhadap ingatan dan narasi alternatif sejarah.


 
(Sumber gambar: @cemeti.institute)

Author
Written by
Sefiyan Eza Nur Hidayat

Penulis di platform Rasanya Lelang Karya yang berfokus pada seni dan budaya.

Editor
Edited by
Setiya Adi Buono

Editor konten di platform Rasanya Lelang Karya.