Pameran Kedamaian yang Luruh menjadi penutup
perjalanan visual yang penuh makna. Melalui rangkaian karya digitalnya, Fiesta
Pasha menghadirkan cerita tentang proses batin seorang perempuan yang berusaha
menemukan ketenangan setelah melewati berbagai luka dan tekanan emosional.
Konsep pameran ini berangkat dari gagasan
bahwa kedamaian tidak datang secara tiba-tiba. Ia hadir melalui proses panjang,
ketika seseorang berani menghadapi masa lalu dan belajar menerima dirinya
sendiri. Kata “luruh” dalam judul pameran menggambarkan proses itu. Seperti
daun yang jatuh atau hujan yang turun perlahan, beban batin digambarkan mereda
sedikit demi sedikit.
Rangkaian karya dalam pameran ini disusun
seperti perjalanan. Pada awalnya, sosok perempuan terlihat berada di ruang yang
sempit dan gelap. Namun perlahan ia melangkah menuju ruang yang lebih terang.
Cahaya dalam setiap karya menjadi penanda perubahan suasana hati, dari
kegelisahan menuju ketenangan.
Latar alam seperti taman, jalan setapak,
langit luas, hingga pantai saat senja dipilih untuk menggambarkan ruang batin
yang semakin lapang. Sosok perempuan juga sering digambarkan sebagai siluet
atau tampak kabur, agar tidak merujuk pada satu individu saja, tetapi pada
pengalaman banyak orang.
Sebagai penutup, pameran ini mengingatkan
bahwa kedamaian bukan berarti hidup tanpa luka. Kedamaian adalah kemampuan
untuk tetap berdiri tenang setelah melewati perjalanan panjang kehidupan.
(Sumber gambar: Doc. Liputan PT Rasa Kreasi
Karya)