Di balik hiruk-pikuk kehidupan sosial, relasi antara penguasa dan rakyat
kecil sering kali digambarkan timpang dan berjarak. Namun, melalui karya
berjudul Persahabatan Penguasa dan Akar Rumput, Lukmono Adi menghadirkan
sudut pandang yang berbeda—lebih manusiawi, reflektif, dan penuh harapan.
Lukisan akrilik di atas kanvas berukuran 40 x 60 cm ini diciptakan pada tahun
2023 dan merekam narasi tentang perjuangan hidup dari lapisan paling bawah masyarakat.
Melalui gaya surealis kubistis yang menjadi ciri khasnya, Lukmono Adi
tidak sekadar menampilkan bentuk visual, tetapi juga menyampaikan gagasan.
Bidang-bidang yang terpecah, bentuk yang tidak sepenuhnya realistis, serta
komposisi yang simbolik menjadi metafora atas realitas sosial yang kompleks.
Karya ini berbicara tentang individu-individu yang berjuang di tengah
keterbatasan, tetapi tetap menjaga relasi, solidaritas, dan harapan akan
kehidupan yang lebih adil.
Sebagai seorang guru seni budaya di SMP Negeri 28 Semarang, Lukmono Adi
membawa pengalaman mendidiknya ke dalam karya. Lukisan ini terasa dekat dengan
kehidupan sehari-hari, tidak menggurui, tetapi mengajak penikmatnya untuk
merenung. Ada pesan tentang keberanian, ketulusan, dan makna persahabatan yang
tumbuh dari akar kehidupan masyarakat.
Karya ini bukan hanya menarik secara visual, tetapi juga menyimpan nilai
reflektif yang kuat. Ia dapat dibaca sebagai kritik sosial yang lembut,
sekaligus sebagai pengingat bahwa kehidupan selalu bergerak melalui relasi
antarmanusia.
Kini, Persahabatan Penguasa dan Akar Rumput hadir dalam lelang di rasanyalelangkarya.com.
Barangkali, memiliki karya ini bukan sekadar soal koleksi seni, melainkan
tentang membawa pulang sebuah cerita, nilai, dan makna yang bisa terus hidup di
ruang Anda.