Pesona “Seratus Rusa” dari Dinasti Ming: Vas Biru-Putih Wanli Jadi Rebutan di Sotheby’s Hong Kong

Rabu, 07 Januari 2026 13:17:08
Pesona “Seratus Rusa” dari Dinasti Ming: Vas Biru-Putih Wanli Jadi Rebutan di Sotheby’s Hong Kong

Sotheby’s Hong Kong kembali jadi panggung bagi karya seni bersejarah yang bikin kolektor terpukau. Kali ini, sebuah pot bunga besar berwarna biru-putih bergambar “seratus rusa” dari Dinasti Ming, periode Wanli, mencuri perhatian dalam lelang bergengsi pada 25 Mei 2022. Objek keramik tiga dimensi ini bukan sekadar dekorasi, ia adalah artefak budaya dengan narasi panjang tentang kekuasaan, kemakmuran, dan simbolisme Tiongkok klasik.

Vas berdiameter 43 cm dan tinggi 34,5 cm ini menampilkan lanskap dinamis dengan puluhan rusa yang digambar hidup, mengelilingi permukaan tubuhnya. Dalam tradisi Tiongkok, rusa (lu) diasosiasikan dengan keberuntungan dan kemakmuran, permainan bunyi yang merujuk pada ‘gaji’ atau ‘rezeki.’ Tak heran, motif “seratus rusa” menjadi simbol harapan akan kemakmuran berlipat, sangat digemari pada masa pemerintahan Kaisar Wanli (1573–1620).

Nilai historisnya kian kuat karena adanya pembanding institusional: sebuah toples serupa tersimpan dalam koleksi Musée Guimet, Paris, dan telah didokumentasikan dalam katalog penting karya Alexandre Hougron, La Céramique Chinoise Ancienne (2015). Rujukan akademik ini menegaskan kualitas artistik sekaligus kelangkaan tipe karya tersebut.

Di Sotheby’s Hong Kong, lot bernomor 457 ini diperkirakan akan terjual di kisaran 100.000–150.000 HKD (IDR 214.677.000 - 322.015.500), angka yang terdengar fantastis untuk sebuah pot bunga, namun sepenuhnya masuk akal bagi kolektor keramik Ming kelas atas. Lelang ini membuktikan satu hal: karya tiga dimensi dari masa lalu, ketika dirawat dan didokumentasikan dengan baik, tetap punya daya pikat dan nilai investasi yang tak lekang oleh waktu.

(Sumber gambar: sothebys.com)

Author
Written by
Sefiyan Eza Nur Hidayat

Penulis di platform Rasanya Lelang Karya yang berfokus pada seni dan budaya.

Editor
Edited by
Setiya Adi Buono

Editor konten di platform Rasanya Lelang Karya.