Dunia seni
kembali berdenyut kencang ketika sebuah karya ikonik Bernard Buffet, berjudul La
Chèvre (1952), tampil di balai lelang bergengsi dengan estimasi mencapai
150.000–200.000 Euro (2.920.590.000 - 3.894.120.000,00 rupiah). Kanvas besar
berukuran 148,7 x 196,6 cm ini bukan sekadar lukisan, ia adalah potret
ekspresif dari seekor kambing yang digarap dengan gaya khas Buffet: garis-garis
tegas, palet muram, dan atmosfer eksistensial yang menjadi ciri sang maestro
pascaperang.
Karya ini
memiliki riwayat kepemilikan yang mengesankan. Dari Galerie Drouant-David di
Paris, berpindah ke kolektor terkenal Jacques Spreiregen di Monaco, sebelum
akhirnya bergulir ke koleksi pribadi dan dilelang melalui Christie’s London
pada 1999, hingga akhirnya diperoleh pemilik saat ini. Provenansi yang berlapis
seperti ini menjadi magnet kuat dalam dunia koleksi seni, menambah bobot
historis dan nilai estetik.
Keaslian lukisan
dikonfirmasi oleh Galerie Maurice Garnier, otoritas utama karya Buffet. Fakta
ini semakin mengokohkan posisinya sebagai salah satu karya penting dalam fase
awal karier sang pelukis, saat ia tengah mencapai puncak reputasi
internasional.
Kehadiran La
Chèvre di lelang bukan sekadar penjualan karya, ini adalah momentum
penghormatan terhadap estetik melankolis Buffet, yang menggambarkan realitas
keras pascaperang Eropa melalui objek sederhana namun penuh kegetiran. Dalam
atmosfer pasar seni yang kian kompetitif, tidak mengherankan jika karya
monumental ini diperebutkan para kolektor dengan angka fantastis.
Setiap sapuan
kuasnya seolah berbisik: seni besar bukan hanya soal indah, tetapi tentang
luka, memori, dan keberanian untuk menatap dunia yang rumit, bahkan melalui
mata seekor kambing.
(Sumber gambar: sothebys.com)