Dunia seni
kembali dikejutkan oleh kemunculan sebuah mahakarya langka di balai lelang
Sotheby’s. Kali ini, sorotan jatuh pada Portrait of Thomas Howard, 4th Duke
of Norfolk (1562), karya pelukis Flemish–Inggris Hans Eworth yang dilelang
dengan estimasi mencengangkan, yakni 2 hingga 3 juta GBP atau sekitar
44.562.600.000 hingga 66.843.900.000 rupiah. Bagi para art netizen, ini bukan
sekadar potret bangsawan, tetapi fragmen sejarah Inggris yang terpelihara
nyaris sempurna selama hampir lima abad.
Lukisan minyak di
atas panel kayu ini memotret Thomas Howard pada usia 25 tahun, seorang tokoh
penting era Tudor yang terlibat dalam intrik politik besar pada masa Ratu
Elizabeth I. Detail busana, gestur tubuh, hingga pedang yang ditandatangani
monogram “HE” menunjukkan keahlian Eworth dalam menghadirkan figur aristokrasi
dengan kesan megah sekaligus manusiawi.
Yang membuat
lukisan ini semakin prestisius adalah provenance-nya. Karya ini
diwariskan turun-temurun dalam keluarga bangsawan Inggris, sebelum akhirnya
dimiliki keluarga Rothschild, salah satu dinasti kolektor seni paling
berpengaruh di dunia. Selama berabad-abad, lukisan ini dipamerkan di berbagai
institusi besar, termasuk National Portrait Gallery, Royal Academy, dan Tate
Gallery, membuktikan statusnya sebagai karya historis kelas dunia.
Bagi pasar seni
internasional, kehadiran karya seperti ini di Sotheby’s adalah peristiwa
langka. Tidak hanya menampilkan nilai estetika tinggi, tetapi juga menyimpan
narasi politik, sosial, dan budaya Inggris abad ke-16. Dengan harga estimasi
yang mencapai miliaran rupiah, lukisan ini menjadi bukti bahwa ketika sejarah
hadir dalam wujud seni akan selalu punya peminat setianya.
(Sumber gambar: sothebys.com)