Karya “Rumah Ini, Aku Yang Punya” menghadirkan
cerita tentang perjalanan memahami arti pulang. Dibuat oleh F. Refani dengan
teknik sulam tangan, karya ini tidak hanya menampilkan keindahan visual, tetapi
juga menyimpan pengalaman hidup yang personal.
Sejak kecil, Refani menganggap pulang kampung
sebagai perjalanan ke Solo dan Semarang, tempat asal orang tuanya. Namun, saat
merantau ke Yogyakarta, makna itu berubah. Ia mulai merasa bahwa pulang adalah
kembali ke Bontang, kota tempat ia tumbuh. Menariknya, setelah benar-benar
kembali ke sana, rasa pulang itu justru tidak lagi terasa sama.
Dari pengalaman itu, muncul kesadaran baru.
Pulang ternyata tidak selalu tentang tempat. Pulang adalah perasaan yang tumbuh
dari hubungan dengan orang-orang terdekat. Rasa aman, diterima apa adanya, dan
kehadiran orang-orang yang dipilih menjadi bagian penting dari makna tersebut.
Karya ini juga mengingatkan bahwa rumah adalah
sesuatu yang bisa dibangun. Bukan hanya dari dinding atau alamat, tetapi dari
ingatan baik yang dirawat dan dijaga. Seperti sulaman yang dikerjakan dengan
teliti, rasa pulang pun perlu dirangkai perlahan.
Melalui karya ini, kita diajak memahami bahwa
pulang bukan soal ke mana kita pergi, tetapi dengan siapa kita merasa menjadi
diri sendiri.