Sambut Ramadan, Disbudpar Kota Semarang Matangkan Persiapan Tradisi Dugderan dan Gebyuran Bustaman

Senin, 26 Januari 2026 14:52:35
Sambut Ramadan, Disbudpar Kota Semarang Matangkan Persiapan Tradisi Dugderan dan Gebyuran Bustaman

Semarang, (26/01/2026) – Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) mulai mematangkan persiapan rangkaian tradisi budaya tahunan untuk menyambut bulan suci Ramadan 2026. Fokus utama persiapan tahun ini tertuju pada pelaksanaan tradisi ikonik Dugderan dan Gebyuran Bustaman yang dijadwalkan berlangsung pada Februari mendatang.


Disbudpar Kota Semarang telah melaksanakan rapat koordinasi lintas sektor guna memastikan seluruh rangkaian Dugderan 2026 berjalan tertib dan aman. Agenda ini merupakan langkah awal pemerintah dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan dengan tetap mempertahankan nilai-nilai budaya khas Kota Semarang yang telah mengakar di masyarakat.


Selain Dugderan, tradisi Gebyuran Bustaman juga dipastikan kembali hadir sebagai daya tarik wisata religi dan budaya. Tradisi saling siram air di Kampung Bustaman ini memiliki makna simbolis pembersihan diri dan kebersamaan warga sebelum memasuki masa ibadah puasa.


Pengembangan Ekosistem Wisata Di sela persiapan tradisi Ramadan, Disbudpar juga tengah menggenjot penguatan sektor pariwisata berkelanjutan melalui pengembangan desa wisata. Dalam rapat koordinasi terbaru, pemerintah menargetkan penyiapan "10 Kandri Baru" sebagai langkah konkret untuk memperluas ekosistem desa wisata yang maju dan berdaya saing di Kota Semarang.


Pengembangan ini diharapkan tidak hanya sekadar menambah jumlah destinasi, tetapi juga memberikan dampak ekonomi nyata bagi kesejahteraan masyarakat melalui kolaborasi dan perencanaan yang matang.


Author
Written by
Admin Migrasi

Penulis di platform Rasanya Lelang Karya yang berfokus pada seni dan budaya.

Editor
Edited by
Admin Migrasi

Editor konten di platform Rasanya Lelang Karya.