Seni mural telah lama dikenal sebagai salah satu
bentuk ekspresi kreatif di ruang publik. Tapi, saat ini mural tidak hanya
dikenal sebagai sebagai hiasan dinding saja, melainkan juga sebagai media
komunikasi visual yang memiliki makna tersendiri baik sosial, edukatif, atau
bahkan kultural. Salah satu muralis atau seniman mural di Kota Semarang,
Provinsi Jawa Tengah adalah Kak Arief Hadinata, atau lebih dikenal dengan nama
Kak Hokage, yang sekaligus merupakan pendiri studio Hokge di Kota Semarang.
Hokge mulai berkarya di bidang ilustrasi sejak
tahun 2006 dan mulai mengeksplor atau merambah mural serta desain sekira tahun
2008. Dari situ, tidak hanya membuat karya untuk memperindah tembok, tetapi
juga menghadirkan cerita, pesan, dan identitas dalam setiap sapuan catnya.
Melalui Hokge Studio, Kak Arief aktif bekerja sama dengan berbagai pihak baik
dari perusahaan besar seperti PT Marimas, maupun komunitas-komunitas lokal
untuk menciptakan mural yang relevan dengan lingkungan masyarakat sekitar.
Bagi Hokge Studio seni mural adalah media
komunikasi yang memadukan warna, bentuk, dan komposisi visual yang bukan hanya
tentang estetika, melainkan juga cara menyampaikan gagasan melalui gambar. Lebih
dari itu, mural juga melatih empati dan kerja sama, karena dikerjakan secara
kolaboratif di ruang publik, mural juga mengajarkan nilai gotong royong dan
rasa memiliki terhadap lingkungan.
Hokge Studio membuktikan bahwa seni mural
bukan hanya ekspresi individu, tetapi juga ruang interaksi sosial dan refleksi
budaya. Dari Semarang ke berbagai kota di Indonesia, karyanya jadi bukti bahwa
seni bisa menghubungkan banyak hal: estetika, edukasi, hingga keberlanjutan
sosial. Dalam setiap guratan dindingnya, tersimpan pesan bahwa kreativitas bisa
jadi bahasa universal yang mampu menyatukan, menginspirasi, dan menggerakkan.
Karya-karya Hokge Studio juga menunjukkan
bahwa mural bisa menjadi bagian dari strategi komunikasi visual modern. Di era
digital, mural bukan hanya dilihat secara langsung, tetapi juga dibagikan lewat
media sosial untuk menciptakan jangkauan yang lebih luas. Hokge Studio sering
memadukan unsur lokal, seperti motif budaya atau karakter khas Indonesia,
dengan gaya modern yang lebih universal. Hasilnya, mural-mural yang dihasilkanh
tidak hanya menarik secara visual, tapi juga punya kedalaman makna yang bisa dinikmati
oleh berbagai kalangan.