Talkshow di TAN Art Space Semarang Soroti Dukungan Pemerintah bagi Anak Bertalenta

Sabtu, 28 Maret 2026 09:31:45

Semarang, 26 Maret 2026 — Upaya memperkuat dukungan inklusif bagi anak bertalenta terus didorong melalui kolaborasi lintas sektor. Hal ini mengemuka dalam talkshow bertajuk “Program dan Dukungan Pemerintah pada Anak-Anak Bertalenta” yang digelar di TAN Art Space, Kamis (26/3).

Forum tersebut mempertemukan pemerintah, terapis, komunitas, dan orang tua untuk membahas strategi pendampingan anak, termasuk yang memiliki kondisi disleksia, agar dapat berkembang secara optimal tanpa stigma.

Kepala DP3AKB Provinsi Jawa Tengah melalui Isti Ilma Patriani, M.Psi., selaku Kepala Bidang Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak, menegaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai program untuk mendukung pengembangan potensi anak dengan melibatkan mitra strategis.

“Kami memfasilitasi perkembangan anak melalui program peningkatan keterampilan dan potensi, serta bekerja sama dengan UNICEF Indonesia dan Yayasan Setara,” ujarnya.

Di tingkat daerah, Kepala DP3AKB Kota Semarang melalui Indraswari Widyastuti, S.E., selaku Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak, menekankan adanya upaya pemerintah dalam pemenuhan hak anak melalui penyediaan fasilitas dan kebijakan ramah anak.

“Salah satu upaya yang dilakukan adalah menghadirkan ruang belajar seperti perpustakaan serta penguatan program Kota Layak Anak,” ujarnya.

Dari sisi penanganan, Ayik Eka Khamdani, A.Md.Ft., terapis Talitakum, menyoroti pentingnya asesmen awal untuk menentukan pendekatan yang tepat. Ia menekankan bahwa pendampingan harus dilakukan dengan memahami kondisi emosional anak.

“Pendekatan tanpa tekanan menjadi kunci, termasuk menjaga suasana hati anak selama proses terapi,” katanya.

Hal serupa disampaikan Krisna Piastika, S.Si., M.Pd., dari Klub Merby. Ia menilai bahwa lingkungan yang bebas dari penilaian serta apresiasi terhadap setiap perkembangan anak berperan penting dalam membangun kepercayaan diri.

“Pendekatan dilakukan dengan mengikuti minat anak. Dalam kasus Airlangga, kami masuk melalui ketertarikannya pada melukis agar proses belajar terasa menyenangkan,” ujarnya.

Sementara itu, orang tua Airlangga, Sri Purwanti, S.E., M.M., menekankan pentingnya kolaborasi sejak dini antara keluarga, guru, dan terapis. Ia mengaku bahwa komunikasi yang terbuka menjadi kunci dalam mendukung perkembangan anak.


Author
Written by
Ning Imas Ati Z

Penulis di platform Rasanya Lelang Karya yang berfokus pada seni dan budaya.

Editor
Edited by
Desyfa Cahya Aina

Editor konten di platform Rasanya Lelang Karya.