Teknologi dalam Lelang Seni: Cara Baru Menghubungkan Seniman dan Kolektor

Selasa, 16 Desember 2025 15:10:27
Teknologi dalam Lelang Seni: Cara Baru Menghubungkan Seniman dan Kolektor

Perkembangan industri seni di Indonesia semakin tampak melalui cara balai lelang memadukan tradisi dengan teknologi. Dalam lelang yang diselenggarakan PT Balai Lelang Larasati di Ubud, metode penawaran tidak hanya dilakukan secara langsung, tetapi juga melalui telepon dan internet live auction. Langkah ini membuka peluang lebih luas bagi kolektor global untuk ikut serta tanpa batas geografis.

Afslager (pemandu lelang) berpengalaman yakni Anita Archer memainkan peran penting dalam dinamika lelang ini. Dengan gaya komunikasinya yang lugas, ia mampu menciptakan ritme kompetisi yang hidup, memancing penawaran tinggi sekaligus menjaga suasana tetap elegan. Hasilnya, sejumlah karya bahkan melampaui taksiran awal secara signifikan, seperti ukiran Devotion karya I Ketut Djedeng yang melonjak dari estimasi 1,5 juta menjadi 13 juta rupiah.

Pemanfaatan teknologi ini tidak hanya menguntungkan penawar, tetapi juga membuka pintu bagi seniman lokal. Daniel dari PT Larasati menegaskan bahwa pihaknya ingin menjangkau lebih banyak perupa Bali agar karya mereka bisa masuk ke jaringan pasar seni internasional.

Dengan dukungan pejabat lelang dan pemantauan dari Kanwil DJKN, proses lelang seni kini bergerak menuju sistem yang lebih modern, akuntabel, dan inklusif. Teknologi menjembatani seni Indonesia untuk tampil di panggung global, tanpa kehilangan sentuhan tradisi yang menjadi identitasnya.

 

 

(Sumber gambar: djkn.kemenkeu.go.id)

Author
Written by
Sefiyan Eza Nur Hidayat

Penulis di platform Rasanya Lelang Karya yang berfokus pada seni dan budaya.

Editor
Edited by
Setiya Adi Buono

Editor konten di platform Rasanya Lelang Karya.