Tradisional, Modern, and Temporary Art: Ruang Pertemuan Seni, Pasar, dan Kolaborasi

Selasa, 16 Desember 2025 15:08:16
Tradisional, Modern, and Temporary Art: Ruang Pertemuan Seni, Pasar, dan Kolaborasi

Gelaran lelang seni “Tradisional Modern and Temporary Art” di Larasati Fine Art Tebesaya Galleri, Ubud, kembali menunjukkan bahwa Bali bukan hanya pusat pariwisata, tetapi juga simpul penting peredaran karya seni nasional dan internasional. Dipimpin Pejabat Lelang Kelas II Ni Luh Pujiantini dan dipandu afslager berpengalaman Anita Archer, acara ini memamerkan dinamika pasar seni yang semakin modern, transparan, dan inklusif.

Sebanyak 70 lot ditawarkan, mulai dari lukisan berbagai aliran hingga ukiran kayu. Antusiasme peserta dari Indonesia, Prancis, hingga Belanda menunjukkan bahwa karya seniman Indonesia terus memiliki daya tarik global. Teknologi live auction ikut memperluas jangkauan, memungkinkan penawaran tanpa harus hadir langsung.

Hasilnya pun mengesankan: 44 lot terjual dengan total pokok lelang mencapai 1,4 miliar rupiah. Penjualan tertinggi diraih karya Jan Christiaan Poortenaar bertajuk “Javanes Dancer”, disusul ukiran I Ketut Djedeng yang melampaui nilai taksiran hampir sepuluh kali lipat.

Lebih dari sekadar transaksi, lelang ini menjadi ruang temu antara pelaku seni, kolektor, dan lembaga negara. Seperti disampaikan Ni Made Ayu Sri Astini, sinergi antara pejabat lelang dan balai lelang diharapkan terus diperkuat agar semakin banyak seniman Bali dapat tampil dan memperoleh panggung yang setara.

 

 

(Sumber gambar: djkn.kemenkeu.go.id)

Author
Written by
Sefiyan Eza Nur Hidayat

Penulis di platform Rasanya Lelang Karya yang berfokus pada seni dan budaya.

Editor
Edited by
Setiya Adi Buono

Editor konten di platform Rasanya Lelang Karya.