Meninjau laman sothebys.com,
pasar seni kembali bergetar ketika salah satu karya religius paling langka dari
abad ke-15 muncul di panggung lelang Sotheby’s. Sebuah triptych monumental
berjudul The Five Miracles of Christ, karya pelukis anonim yang dikenal
sebagai Master of the Sherborne Almshouse Triptych, dilelang dengan kisaran
estimasi fantastis: 2,5 hingga 3,5 juta GBP (55.495.000.000 - 77.693.000.000
rupiah). Angka tersebut setara puluhan miliar rupiah, menjadikannya salah satu
karya bersejarah yang paling mahal dalam kategori seni primitif Eropa.
Triptych ini
bukan sekadar lukisan. Ia adalah saksi hidup sejarah yang tercatat hadir di
Almshouse Sherborne, Dorset, sejak sebelum masa Reformasi. Selama berabad-abad,
karya ini disembunyikan, bahkan bagian luar panelnya dipulas dengan cat kayu
palsu demi menyelamatkannya dari pelarangan ikonografi religius. Baru pada abad
ke-19, lukisan kembali tampil dan menghiasi beberapa ruangan penting, mulai
dari Board Room hingga Chapel.
Karya ini
menampilkan lima mukjizat Yesus dalam komposisi tiga panel, lengkap dengan
kehadiran para santo di bagian luar. Tekniknya cermat dengan minyak dan emas
pada panel kayu, masih mempertahankan bingkai aslinya. Nilai artistiknya sangat
tinggi, tetapi nilai sejarahnya bahkan lebih menggetarkan.
Lukisan ini
pernah tampil di pameran bergengsi, mulai dari Royal Academy tahun 1923 hingga
Victoria and Albert Museum pada 2003. Kini, ketika memasuki pasar lelang, para
kolektor global bersiap untuk pertempuran harga.
Satu hal pasti:
ketika palu lelang diketuk, seni bukan lagi sekadar estetika, melainkan
warisan, prestise, dan fantasi dengan nilai jutaan.
(Sumber gambar: sothebys.com)