Warak Ngendog Art Toys: Ikon Semarang yang Siap Dilelang

Sabtu, 28 Februari 2026 14:10:55

Ikon budaya tidak selalu harus hadir dalam bentuk yang serius dan kaku. Melalui karya Art Toys Warak Ngendog, seniman Evan Santono menghadirkan tafsir baru atas salah satu simbol mitologi paling dikenal dari Kota Semarang. Karya berukuran 7 × 5 × 7 cm ini dibuat dari media clay dan diproduksi pada tahun 2026, dengan harga lelang Rp3.700.000.

Warak Ngendog selama ini dikenal sebagai simbol akulturasi budaya Jawa, Arab, dan Tionghoa, yang kerap muncul dalam perayaan tradisi Dugderan menjelang Ramadan. Wujudnya yang imajiner, kepala naga, tubuh kambing atau unta, serta bulu keriting—mengandung makna kerukunan, kesucian, dan kemenangan. Nilai-nilai tersebut kemudian diterjemahkan Evan ke dalam bentuk art toys dengan gaya yang lebih ringan, lucu, dan dekat dengan selera visual masyarakat masa kini.

Pendekatan ini bukan tanpa alasan. Dengan mengemas Warak Ngendog sebagai figur koleksi, Evan berupaya menjembatani tradisi dan budaya pop. Karya ini terasa akrab bagi generasi muda, tanpa kehilangan identitas kultural yang melekat di dalamnya. Justru dari kesederhanaan bentuk dan karakter inilah pesan pelestarian budaya disampaikan secara halus.

Evan Santono sendiri dikenal sebagai sculptor dan painter yang aktif berkarya di Iconic Project Studio, berbasis di Bandung. Karyanya telah hadir di berbagai pameran seperti Toys Fair dan Comic Con Jakarta, menjadikannya salah satu nama yang konsisten di ranah seni karakter dan figuratif.

Karya Art Toys Warak Ngendog ini kini dapat diikuti dalam program lelang melalui rasanyalelangkarya.com. Bagi kolektor maupun penikmat seni, karya ini bukan sekadar objek pajang, melainkan potongan cerita budaya yang dikemas secara segar. Jika kamu tertarik memiliki karya seni yang unik, bermakna, dan relevan dengan zaman, mungkin ini saat yang tepat untuk ikut mengamati atau diam-diam membawa pulang Warak Ngendog versi kontemporer ini.

(Sumber gambar: rasanyalelangkarya.com)

Author
Written by
Sefiyan Eza Nur Hidayat

Penulis di platform Rasanya Lelang Karya yang berfokus pada seni dan budaya.

Editor
Edited by
Desyfa Cahya Aina

Editor konten di platform Rasanya Lelang Karya.