Ikon budaya tidak selalu harus hadir dalam bentuk yang serius dan kaku.
Melalui karya Art Toys Warak Ngendog, seniman Evan Santono menghadirkan
tafsir baru atas salah satu simbol mitologi paling dikenal dari Kota Semarang.
Karya berukuran 7 × 5 × 7 cm ini dibuat dari media clay dan diproduksi pada
tahun 2026, dengan harga lelang Rp3.700.000.
Warak Ngendog selama ini dikenal sebagai simbol akulturasi budaya Jawa,
Arab, dan Tionghoa, yang kerap muncul dalam perayaan tradisi Dugderan menjelang
Ramadan. Wujudnya yang imajiner, kepala naga, tubuh kambing atau unta, serta
bulu keriting—mengandung makna kerukunan, kesucian, dan kemenangan. Nilai-nilai
tersebut kemudian diterjemahkan Evan ke dalam bentuk art toys dengan gaya yang
lebih ringan, lucu, dan dekat dengan selera visual masyarakat masa kini.
Pendekatan ini bukan tanpa alasan. Dengan mengemas Warak Ngendog sebagai
figur koleksi, Evan berupaya menjembatani tradisi dan budaya pop. Karya ini
terasa akrab bagi generasi muda, tanpa kehilangan identitas kultural yang
melekat di dalamnya. Justru dari kesederhanaan bentuk dan karakter inilah pesan
pelestarian budaya disampaikan secara halus.
Evan Santono sendiri dikenal sebagai sculptor dan painter yang aktif
berkarya di Iconic Project Studio, berbasis di Bandung. Karyanya telah
hadir di berbagai pameran seperti Toys Fair dan Comic Con
Jakarta, menjadikannya salah satu nama yang konsisten di ranah seni karakter
dan figuratif.
Karya Art Toys Warak Ngendog ini kini dapat diikuti dalam program
lelang melalui rasanyalelangkarya.com. Bagi kolektor maupun penikmat seni,
karya ini bukan sekadar objek pajang, melainkan potongan cerita budaya yang
dikemas secara segar. Jika kamu tertarik memiliki karya seni yang unik,
bermakna, dan relevan dengan zaman, mungkin ini saat yang tepat untuk ikut
mengamati atau diam-diam membawa pulang Warak Ngendog versi kontemporer ini.
(Sumber gambar: rasanyalelangkarya.com)