Main image
Ananda Dewi Anggraeni - Prahara yang Tak Padam (2025)
Lukisan
Waktu tersisa
--:--:--:--
Bidding Tertinggi Saat Ini:
Rp 3.000.000

Login untuk mengikuti lelang ini

Login Sekarang

Deskripsi Produk

Melukiskan kengerian ekstrem dan dampak abadi dari kekejaman, khususnya tindakan pembakaran hewan. Figur utama adalah kucing oranye di tengah dengan punggung yang terbakar mengeluarkan asap hitam dan kepalanya digambarkan sebagai tengkorak, secara eksplisit melambangkan penderitaan fisik yang ekstrem dan kehancuran. Kucing tersebut berdiri di atas batang kayu yang patah dan kering, menandakan rapuhnya pijakan hidup. Dalam sebuah isyarat keputusasaan namun penuh harapan, kucing itu mendongak dan berusaha meraih bunga aster putih yang terbang di atasnya, yang melambangkan kemurnian atau ''remah harapan'' yang sulit digapai. 3 burung merpati putih dengan mata tertutup kain merah, mewakili ketidakpedulian, dunia untuk menyaksikan kekejaman tersebut. Melalui kontras antara warna oranye yang harusnya vitalitas dengan asap hitam yang menyedihkan, serta tekstur kasar sapuan pisau palet, karya ini menciptakan suasana melankolis yang mencekam, menekankan bahwa ''prahara'' kekerasan meninggalkan luka mendalam yang melampaui kematian dan terus "membara".

Berat

1000 gr

Dimensi (PxLxT)

120 x 1 x 100 cm

Seniman

Ananda Dewi Anggraeni

Riwayat Bidding
Login untuk ikut bidding

Pengiriman Produk

Pengiriman

Dikirim dari Semarang

Proteksi Kerusakan

Melindungi produkmu dari risiko rusak maupun kerugian selama 6 bulan.

Ananda Dewi Anggraeni - Prahara yang Tak Padam (2025)
Lukisan
Waktu tersisa
--:--:--:--
Bidding Tertinggi Saat Ini:
Rp 3.000.000

Login untuk mengikuti lelang ini

Login Sekarang