Login untuk mengikuti lelang ini
Login SekarangMelukiskan kengerian ekstrem dan dampak abadi dari kekejaman, khususnya tindakan pembakaran hewan. Figur utama adalah kucing oranye di tengah dengan punggung yang terbakar mengeluarkan asap hitam dan kepalanya digambarkan sebagai tengkorak, secara eksplisit melambangkan penderitaan fisik yang ekstrem dan kehancuran. Kucing tersebut berdiri di atas batang kayu yang patah dan kering, menandakan rapuhnya pijakan hidup. Dalam sebuah isyarat keputusasaan namun penuh harapan, kucing itu mendongak dan berusaha meraih bunga aster putih yang terbang di atasnya, yang melambangkan kemurnian atau ''remah harapan'' yang sulit digapai. 3 burung merpati putih dengan mata tertutup kain merah, mewakili ketidakpedulian, dunia untuk menyaksikan kekejaman tersebut. Melalui kontras antara warna oranye yang harusnya vitalitas dengan asap hitam yang menyedihkan, serta tekstur kasar sapuan pisau palet, karya ini menciptakan suasana melankolis yang mencekam, menekankan bahwa ''prahara'' kekerasan meninggalkan luka mendalam yang melampaui kematian dan terus "membara".
Berat
1000 gr
Dimensi (PxLxT)
120 x 1 x 100 cm
Seniman
Ananda Dewi Anggraeni
Pengiriman
Dikirim dari Semarang
Proteksi Kerusakan
Melindungi produkmu dari risiko rusak maupun kerugian selama 6 bulan.
Login untuk mengikuti lelang ini
Login Sekarang